Chimera

All Rights Reserved ©

Summary

Cerita tentang dunia yang bermutasi karena pengaruh makhluk asing. Kenapa duniaku tidak memiliki mana sementara mereka memilikinya?

Genre:
Fantasy / Action
Author:
Bambang
Status:
Ongoing
Chapters:
3
Rating:
n/a
Age Rating:
16+

Prolog

Pada tahun 2097, planet Mubi dikunjungi oleh makhluk asing. Makhluk tersebut melepaskan mikroorganisme yang membuat seluruh keadaan dunia menjadi kacau hanya dalam waktu 3 tahun.

Seluruh makhluk hidup bermutasi, berubah menjadi ganas dan memangsa yang bukan tandingannya. Manusia pun termasuk spesies yang bermutasi. Perubahan pada setiap makhluk hidup menentukan kelangsungan hidup spesiesnya. Bahkan manusia dengan teknologinya, mengalami pengurangan yang sangat drastis.

*

Pada awal penyebaran mikroorganisme tersebut, manusia tak merasakan apapun. Namun kewaspadaan pada pesawat asing yang mengunjungi bumi jelas terasa dan membuat berbagai keresahan di muka bumi. Protes dan tindakan vandalisme mulai dilakukan selama 1 minggu setelah masyarakat mempetanyakan perihal kunjungan pesawat asing tersebut. Namun pemerintahan di berbagai negara berhasil menghentikan hal tersebut dengan cara persuasif maupun dengan cara penekanan bersenjata.

Bima dan Fitri, sepasang suami istri yang pada saat itu sedang berlibur di kota Ampelas, kota wisata yang berada di dekat hutan, bersama dengan anak mereka, Bams, terjebak dikota tersebut akibat tindakan anarkis oleh masyarakat setempat pada saat itu. Pada awalnya mereka berniat berlibur selama tiga minggu, namun tiga hari setelah sampai pada kota tersebut, muncul berita kedatangan makhluk asing, dan seminggu setelahnya keadaan kota menjadi tidak kondusif sehingga membuat keluarga tersebut ingin kembali pulang. Namun niat mereka tertahan karena tindakan anarkis masyarakat yang tidak bisa ditahan oleh polisi setempat. Dan mereka memilih hotel yang aman untuk menetap sementara di kota tersebut. Mereka memilih sebuah hotel tingkat 3, yang terletak di pinggir kota tersebut.

*

Pada malam hari, Bams terbangun mendengar suara kisruh yang berasal dari lantai bawah. Suara tersebut begitu kuatnya sehingga kedengaran sampai keatas. Suara itu adalah suara jeritan orang-orang dan lolongan serigala. Namun suara serigala normal tidak seperti itu. Serigala-serigala tersebut berukuran 4 meter dengan tinggi 2 meter dan ada satu serigala alpha yang memimpin mereka dengan ukuran 7 meter dan tinggi 3 meter.

Lolongan mereka terdengar jelas hingga ke lantai 3, tempat mereka menginap. Wajah panik pada ayah dan ibunya membuat Bams takut dan bersembunyi dibelakang ibunya. Ayahnya dengan sigap mengunci dan menutup pintu dengan barang-barang yang bisa diangkat oleh Bima utk mencegah pintu kamar mereka di dobrak.

Terdengar suara jeritan, teriakan, dan suara dobrakan pintu yang membuat keluarga tersebut semakin ketakutan. “TOLONGGG... TOLONG AKHUUuuu...”, “TAHAN PINTUNYA BODOH!!...... AHHH!!!”

Bams kecil pada saat itu menangis, “Ibu apakah kita akan selamat?”. Ibunya berkata, “kita akan selamat nak, kamu anak kuat, anak pintar, masa depan kamu masih panjang”, jawabnya ibunya dengan lembut walaupun dengan suara yang menahan tangis.

“Ayah apakah mereka akan masuk?”, tanya Bams kepada ayahnya. Bima terdiam dan mencoba tersenyum sambil menjawab, “Tenang saja nak, kita akan aman”. Ayahnya mematikan lampu dan menyuruh Bams serta ibunya masuk ke kamar sementara lampu kamar mandi juga dimatikan. “Bu, kunci pintunya dari dalam ya, Ayah akan coba tahan pintunya.” pinta Bima kepada istrinya. “Tapi yah...” jawab Fitri dengan ragu. “Tidak apa-apa, sebentar lagi pasukan keamanan akan datang, ayah sudah meminta komandan utk mengirim regu ayah kesini. Mereka sedang berjaga jadi pasti akan langsung kesini”. Fitri yang awalnya ragu, akhirnya menuruti permintaan suaminya karena dia tahu bahwa Bima adalah salah satu pasukan terbaik di negara ini, sehingga keputusannya dapat dipercaya.

Fitri pun membawa Bams kedalam kamar mandi, mematikan lampu dan mengunci pintu dari dalam, “Nak, apapun yang terjadi, jangan takut ya, ayah kamu kuat, ayah kamu akan menjaga kita.”Bams pun mengangguk dan duduk disamping ibunya.

“DUARR!!!!” tiba-tiba suara dobrakkan dari arah pintu mereka terdengar. Ketakutan pun melanda Fitri dan Bams, hingga mereka membisu. Bahkan suara detak jantung mereka sendiri pun dapat terdengar.

Duarrr!!!

Duarrrrr!!!!!

Brakkkkkk!!!

Pintu kamar mereka pun berhasil di dobrak, “GRRRRRR!!!!!!!” Terdengar suara serigala mencoba masuk kedalam pintu. Sedikit demi sedikit barang-barang yang ditumpuk pun terdengar berjatuhan. “ANJING BANGSATT!!!”, Terdengar suara Bima, yang pada saat itu berada diluar kamar mandi, berusaha utk menahan serigala-serigala tersebut.

Namun setelah teriakan ayahnya tersebut, suara langkah serigala semakin jelas, dan masuk kedalam kamar mereka dengan cepat. Suara rintihan, tulang yang patah dan sobekan daging pun terdengar dari dalam kamar mandi.

Fitri dengan sekuat tenaganya menutup mulutnya dan mulut Bams agar tidak mengetahui posisi mereka pada saat itu. Bams yang pada saat itu menahan tangis ketika suara pinyu telah didobrak mendadakn diam setelah suara teriakan ayahnya hilang.

Seperti sesuatu didalam hatinya terbakar dan membuat tubuhnya panas. Rasa marah yang memuncak membuat mulutnya tidak ingin menjerit ketakutan, malah ingin membunuh serigala-serigala tersebut.

Brakkkkk!!!

Salah satu cakar serigala tersebut menembus pintu kamar mandi mereka.

Wajah Fitri memucat, ketakutan akan kehilangan nyawa dirinya dan anaknya.

Dua, tiga, empat dobrakan hingga akhirnya menghancurkan pintu tersebut. Nampak dengan jelas oleh Fitri wajah serigala yang berlumuran darah dan memandang tajam kearah mereka.

Fitri merasa lemas, dan pingsan pada saat itu juga. Namun Bams saat itu menatap tajam pada serigala yang menatap mereka.

*

Serigala yang awalnya menatap mangsa empuk yang siap dimakan, kini merasakan kehadiran makhluk berbahaya. Dan perasaan ini datang dari makhluk berukuran kecil. Makhluk tersebut duduk dibelakang makhluk yang lebih besar sehingga pasti tidak mampu menyerang mereka. Namun justru insting serigala tersebut berkata bahwa makhluk kecil itu berbahaya, bahkan lebih berbahaya dari serigala Alpha pimpinan mereka.

Serigala tersebut mencoba mundur, namun makhluk kecil itu menaikkan tangannya dan menatapnya tajam.

*

Bams yang disaat itu tidak merasa takut malah muncul rasa kebencian dan amarah. Dan tiba-tiba dia merasakan perasaan yang aneh didalam dirinya “Aku lapar. Aku akan menyelamatkan ibuku, aku akan memakan anjing besar ini dan menyelamatkan ibu.”

“Aku akan seperti ayah. Mengalahkan mereka dan menyelamatkan ibu”

“Aku akan menyelamatkan ibu”

“AKU AKAN MEMAKAN MEREKA SEMUA”

Bams mengangkat tangannya dan tiba-tiba tangannya berubah menjadi gumpalan daging bertaring dan menggigit kepala serigala tersebut. “Tangan” tersebut menggigit kepala serigala hingga putus dan mencernanya secara langsung. Dan langsung mencerna bagian tubuh yang lain dari serigala tersebut hingga tak tersisa.

Bams merasakan tubuhnya menjadi ringan. Rasa takut yang awalnya membuat tubuhnya kaku kini dia malah meresakan kenyamanan yang belum pernah ia rasakan. Ia tersenyum bagai anak yang telah menemukan permen kesukaannya. Dan permen-permen itu adalah para Serigala di luar kamar mandi ini.

Bams berjalan keluar kamar mandi, dan tampak jelas olehnya mayat ayahnya yang sedang dimakan oleh dua ekor serigala. Serigala tersebut dengan rakusnya merobek, menggigit dan memakan daging ayahnya hingga tak berbentuk.

Tangannya pun menggeram dengan kuat, lalu dibalik genggamannya tersebut ia merasakan rasa sakit. Dan dari tangannya, dia melihat ada kuku tajam yang tumbuh pada sela jarinya. Kuku tersebut tumbuh hingga sepanjang 10 cm.

Bams pun berlari menuju salah satu serigala, namun ia melihat secara spontan bahwa cakar serigala sepanjang 7 cm mengarah ke arah wajahnya. Ia pun melompat ke arah punggung serigala, mencengkram bulunya sehingga ia tidak jatuh, dan menusuk cakarnya ke arah punggung tersebut.

Bams menusuk berkali-kali hingga hingga serigala tersebut lemas dan jatuh, namun Bams tidak menyia-nyiakan waktu dan berguling ke depan menuju kepala serigala tersebut dan menusuk cakarnya ke arah kepala serigala tersebut.

Pertarungan singkat tersebut hanya berlangsung selama 70 detik. Dan serigala yang menyadari hal itu langsung merasa takut dan lari keluar.

Bams menempelkan tangan kirinya diatas kepala serigala yang telah mati, lalu dari tangan kirinya muncul jaringan berwarna hitam kemerahan, menjalar ke seluruh tubuh serigala tersebut dalam waktu 2 detik dan “mencernanya” dalam waktu 3 detik.

Bams hanya menuruti nalurinya dan merasakan pendengarannya meningkat. Secara tidak sadar, bentuk telinganya berubah menjadi lebih lancip, namun tidak berubah posisi, hanya berubah bentuk.

Ia mendengar suara serigala di berbagai ruang bercampur dengan suara sobekan daging, patahan tulang dan tangisan dari orang-orang. Ia pun berlari mengejar serigala-serigala tersebut di setiap ruangan. Bams merasakan tubuhnya menjadi lebih kuat, lebih ringan, dan dengan cakar yang tumbuh dari sela jarinya, ia tidak memerlukan senjata untuk menghadapi serigala ini.

Ia tahu bahwa saat ini serigala adalah MAGSANYA.

*

1 jam setelah Bima tewas, pasukan terbaik Negara Medanesia, Medanesia Strike Force, menyerbu gedung tiga tingkat, tempat salah satu rekan mereka menginap. Mereka terjun bebas dari pesawat pengangkut dengan ketinggian 3000 meter menuju lapangan parkir hotel tersebut. Dengan tactical power suit yang mereka miliki, bahkan ketinggian 5000 meter sajai mereka dapat terjun bebas tanpa luka.

Setelah menyiapkan berbagai senjata api sudah disiapkan dan mereka siap masuk. Puluhan serigala menghadang mereka dan bersiap-siap untuk menyerang pasukan tersebut.

“TAHAN TEMBAKAN!!”, teriak kapten Dian kepada seluruh timnya. Seluruh tim pun mengambil posisi dan menunggu aba-aba.

Saat para serigala tersebut mulai bergerak, Kapten Dian berteriak “TEMBAK!!”. Seluruh pasukan pun menembak pada sasaran terdekatnya. Jumlah mereka yang sebanyak 20 orang dapat dengan mudah membunuh 37 serigala yang terus keluar menyerang mereka.

Namun Kapten Dian melihat pemandangan aneh pada lantai dua, ia melihat bayangan hitam yang bergerak cepat di salah satu kamar. Gerakan terdebut seperti sesuatu yang sedang bertarung.

Jendela pada kamar tersebut pun pecah dan melompat seekor serigala yang jauh lebih besar dari serigala lainnya. Serigala dengan tinggi 3 meter dan panjang 7 meter, dengan bulu abu-abu dan garis-garis putih yang menyala pada ujung bulunya sehingga nampak jelas digelapnya malam.

Serigala besar tersebut tampak kelelahan dengan luka cakaran di sekujur tubuhnya. Sulit membayangkan makhluk apa yang melukai serigala besar tersebut. Apakah ada monster yang lebih kuat lagi di dalam ruangan tersebut.

*

Bams telah menyusuri berbagai ruangan dan memangsa seluruh serigala yang ia jumpai pada lantai satu dan dua. Dia menyisakan serigala Alpha yang ia rasakan sebagai boss terakhir yang harus dia lawan.

Tubuh Bams hampir berubah, tidak lagi menyerupai manusia. Kakinya berubah menjadi kaki serigala sehingga ia bisa bergerak lebih cepat dan bermanuver lebih lincah. Matanya juga telah berubah menjadi mata pemburu dengan pupil merah tajam ditengahnya. Tangannya yang mengepal dan cakar yang tumbuh pada sela jarinya, seperti sedang memegang 4 pisau sepanjang 10 cm setiap sela tangannya.

Ia masuk kedalam ruangan tersebut dan melihat serigala Alpha sedang memakan “tumpukan” daging yang ada dihadapannya. Sepertinya serigala lain membawa mangsa mereka kesini untuk pimpinan mereka. Pemandangan tersebut tidak lagi membuat rasa takut atau marah didalam diri Bams. Yang ada didalam pikiran Bams hanya satu, “AKU HARUS MEMAKANMU”.

Bams tersenyum, dan mengambil posisi untuk menerkam serigala tersebut. Namun serigala tersebut dengan sigap meloncat ke belakang dan menggunakan dinding utk menerjang Bams kembali. Bams pun menghindar kerah kanan sambil berputar, untuk meningkatkan daya kerusakan yang dihasilkan, dan mencakar serigala dengan tangan kanannya dalam keadaan melayang.

Cakar tersebut menancap cukup dalam pada bagian rusuk sehingga menjadi tumpuan Bams untuk menancapkannya tangan kirinya ke perut serigala tersebut. Dan kemudian menendang serigala tersebut utk menjaga jarak.

Pertarungan yang sangat sengit terjadi pada ruangan tersebut. Seorang bocah berumur 8 tahun, tidak lagi nampak seperti manusia. Justru ia lebih pantas dianggap sebagai predator. Namun saat ini, yang di kepala Bams adalah mencerna serigala Alpha adalah targetnya. Apakah trauma karena kematian ayahnya ataukah karena insting yang mulai muncul secara tiba-tiba?

Continue Reading Next Chapter
Further Recommendations

Obiajulu Precious: This story is dope and I will recommend every fantasy genre lover to read it

mouttermichelle: Brilliant cannot wait to read more

luzvminda: Awesome. Couldn’t put it down.

denise103: Love the plot of these. Binge read the first 12, and just found 13 complete. Will move onto your others now. Your use of grammar and punctuation is excellent too. Would pay to read your books.Thank you.

Princess Bella: Am hooked to the book.

honey08: Loving the new characters, the new business venture and the new cubs!!! Can’t wait to see how it progresses and who’s next to find their fated match.

crmjj2017: Oh golly gee its so good

More Recommendations

Ana Paola: Amazing. I fell in love with both Sienna and Aiden! The plot is simply mesmerizing, and I got submerged in the story

Jeanette: A suspenseful story set in a unique world. It's enjoyable not knowing what Evie will face next and seeing her strength of will continue to grow.

Islynne: Oh my gooood I need more.

nesjames: The story line is getting more exciting as the characters and story line progress. Exciting light reading.

Jessica: I love this novel so much, it made my day. One of the best in my terms and I can't wait to see what happens next ♥️♥️😍

Stephanie Brown: Amazing short story loved it wish it was a bit longer

About Us

Inkitt is the world’s first reader-powered publisher, providing a platform to discover hidden talents and turn them into globally successful authors. Write captivating stories, read enchanting novels, and we’ll publish the books our readers love most on our sister app, GALATEA and other formats.