Memori tentang Andromeda - Bahasa Indonesia

All Rights Reserved ©

Summary

Biqa terbang melayang dengan posisi tubuh horizontal terlentang. Ia jelas bisa merasakan naik turun gerakanya yang lunglai terbawa angin. Dari atas ia mulai melihat bumi lagi. Sukmanya mengambang ringan di angkasa malam, pelan turun searah gravitasi. Sedikit demi sedikit ia menembus langit kamar, masuk ke tubuhnya lagi. Keanehan kali ini benar-benar di luar kendali! Bayangkan saja, saat tidur Biqa mendapati dirinya terpisah dari tubuh atau mengalami fenomena out of body experience. Ia menganggap ini masalah serius! Bagaimana jika ia tidak dapat kembali ke tubuhnya lagi? Bagaimana jika ia tidak pulang? Dan ini terjadi saat ia bertemu dengan Andro dalam tidurnya, di suatu tempat yang teramat asing... Asing dan hening, tanpa kehadiran seorangpun selain mereka berdua di sana. Dan terlihat bukan di alam sini. Akhir-akhir ini Andro kerap muncul dalam mimpi Biqa. Sangat sering sekali. Frekuensinya bisa satu minggu sekali hingga tiap malam berturut-turut. Biqa selalu terbangun dengan bingung dan rasa penasaran yang sangat. Awalnya Biqa biasa saja, namun kelamaan ia geram juga. Ada apa gerangan? Apakah ini hanya bawaan alam bawah sadarnya saja? Ataukah Andro di sana ingin mengatakan sesuatu padanya? Jika iya, bagaimana cara Biqa mengetahui apa yang ingin dikatakan Andro, sedang mereka terpisah oleh sekat perbedaan ruang, waktu, dan... dunia.

Genre:
Romance / Drama
Author:
Lalita Arkamaya Sae
Status:
Ongoing
Chapters:
1
Rating:
n/a
Age Rating:
13+

Prolog

Hujan membuat langit jam dua siang abu-abu. Suaranya bising. Guruh sambut menyambut. Gumpalan awan menari, ringan seperti busa putih. Layaknya lompatan tari balet yang terbang. Angin membawa awan itu mendekat, lalu melambai lambaikan tangan.
"Kemarilah" katanya, "lontarkan ceritamu lalu akan kututurkan bahasaku".
Deras rintik hujan gugur dan lebur ke sungai, membaur dengan alirannya. Biqa mengamati elokkan sungai kecil itu, yang akan mengalir ke sungai besar.
"Hai, kemarilah" ujarnya lagi.
Biqa mendongak ke atas.

Langit teduh. Ia melingkupi seluruh arakan awan seperti memeluk anak-anaknya. Gerombolan awan itu seolah sedang karnaval, rombongan dengan beraneka ragam anggota mereka berjalan beriringan.
"Ini rombongan awan yang dulu" ujar Biqa dalam hati.

Di benak Biqa ia telah melihat rombongan awan serupa. Jauh sebelum itu. Saat ia masih menganggap hujan adalah suatu keajaiban. Hingga kini, entah berapa lama, ia tidak melihatnya lagi. Mungkin belasan tahun. Dan sekarang rombongan awan itu lewat lagi, menyapanya. Karnaval mereka begitu riuh. Beberapa berloncat-loncat sambil memainkan musik. Mereka tersenyum lebar, ada yang tertawa dengan riangnya seperti badut. Ada juga para penari kecil yang cantik di rombongan panjang itu, begitu beragam penuh warna.

"Kamu sudah lihat kan" giliran langit kali ini yang bersuara.
"Semua masih sama" ia tersenyum simpul sembari memeluk gerombolan awan itu.
Ia melanjutkan, "kami tidak berubah. Kamu juga masih sama. Hanya meluas saja, berkembang dan terus berjalan".
Biqa hanya merespon dengan kedipan. Mata almond itu menyapu dari ujung ke ujung langit semampunya.
"Kita tetap baik baik saja" ucap langit lagi nyaris berbisik seraya senyum tulus terpancar dari semburat singkat cahayanya.

Petir menggelegar. Gumpalan awan besar kelabu gelita yang gemuk dari rombongan lewat. Mereka menari, gigi putih nampak dari senyuman, mengangkat kaki satu persatu berjingkat sembari beryanyi. Angin makin dingin.

Biqa mengamati riak hujan yang terpantul semen. Ia telah lupa rasanya menikmati waktu. Dulu, saat menatap riak yang sama, ia tahu persis rasanya detik demi detik. Mungkin karena itu awan dan hujan lalu datang lagi. Untuk menjenguknya.
Mengapa awan itu seperti ingin ia banyak bicara dan memintanya bercerita?

Saat ini udara semakin bersih. Alam seperti refresh. Biqa tahu, besok langit dan arakan awan ini akan lewat lagi. Seakan ingin menghiburnya, sekarang sudah tak ada petir. Menguatkan Biqa, dengan atau tanpa hujan, dalam mendung maupun cerah.

Memori Biqa menjelajah. Wangi hujan mengirim rindu. Pikirnya pergi kembali ke awal. Ia bergeming, sepertinya alam sudah pulih dan memberi kesempatan baik kedua.

Sejak awal tahun ini, angin yang sama selalu berhembus. Membawa langit dari masa lampau. Kala itu, mereka senantiasa mengamati Biqa dari atas sepanjang hari. Melindungi, bagai arum manis yang begitu tebal tersusun di atas kepalanya. Ia tersenyum teringat masa masa itu.

Biqa kembali menatap awan. Masih lembut dan ramah. Langit, masih menyimpan banyak memori.



乂❤‿❤乂



Catatan Penulis:
Halo teman teman. Perkenalkan, saya Lalita Arkamaya Sae. Panggil aja Sae atau SaeBooks. Terima kasih banyak udah mau baca novel ini. By the way ini novel pertama dari SaeBooks. Mohon dukungannya dan apresiasi yaaa😃🙏 Tolong do'akan juga mudah mudahan SaeBooks rajin update hihihi… Oya di tulisan ini juga akan dilengkapi dengan gambar gambar ilustrasi biar kalian bacanya tambah asyik, menghayalnya tambah halu😌 Love you all🌺



Continue Reading
Further Recommendations

Susanne Moore: Great story, loved the whole book. Can't wait to read the second book. Thank you for writing such an awesome story!!

Jahde Daudé: So good! cant wait for more!

Dolaine: I liked everything nothing out of point

Sarah: The conversation between them make the story more interesting..

SE: 💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥⚡

bookertammi: Story should not of ended this way.Too soon.Leaves the story open for more chapters that should already be included before your start reading this novel.

Martha Stuart: This was I hope there’s more

Karen Esterhuizen: Nothing more

More Recommendations

labiixlabii: Great flow. Very touching and heart felt story

Marietta Balogbog: Love every minute of it.hope thier my be more of this story up date me pls thank you writer 💕💕💕

Madhavi Sawant: Liked the way its written. Lovely till now.

suchana: I felt this story incomplete and was in a hurry to finish it

Falak: Yh cufog ifudj kvkg

About Us

Inkitt is the world’s first reader-powered publisher, providing a platform to discover hidden talents and turn them into globally successful authors. Write captivating stories, read enchanting novels, and we’ll publish the books our readers love most on our sister app, GALATEA and other formats.