POSESSIVE DEVANO

All Rights Reserved ©

Summary

The point is about a man who is positive towards his girl. Don't forget to FOLLOW and leave a trail❤️ ENJOY AND HAPPY READING

Genre:
Romance
Author:
nxxx_
Status:
Ongoing
Chapters:
4
Rating:
n/a
Age Rating:
16+

1 | ES KRIM

Saat ini seorang gadis tengah bermain di apartemen kekasihnya. Keduanya berpacaran sudah cukup lama. Gadis itu sedang membaca novel diatas ranjang sambil telungkup. Sedangkan sang kekasih sedang mandi.

"Asik banget bacanya, sampe aku disini aja gak lihat" cetus seorang cowok yang baru saja selesai berpakaian. Ia duduk disamping kekasihnya sambil memandangi bacaan novel itu.

Gadis itu terkejut kemudian bangun terduduk sambil tersenyum. Lalu memeluk sang kekasih, cowok itu membalas pelukan gadisnya tak kalah erat. Sambil mengecupi puncak kepalanya sayang.

"Kamu selesai dari tadi?" Tanya gadis itu sambil bersandar di dada bidang cowok itu.

Cowok itu menunduk lalu tersenyum, "Enggak sih, baru aja"

"Kita keluar yuk, mumpung cuacanya mendukung" ajak gadis itu riang.

"Mau kemana?" Tanya cowok itu. Gadis itu menjawab, "Pengen ke taman..."

"Yuk" mendengar itu membuat sang gadis mendongak menatap kekasihnya senang.

"Benerann..." Cowok itu mengangguk. Karena gemas, cowok itu mengeratkan pelukannya, membuat sang gadis memukuli dadanya.

"Lepasin, aku sesak nih" Setelah melepas pelukannya, keduanya berjalan berdampingan menuruni tangga dengan tangan sang gadis yang digenggam erat.

"Silahkan masuk, tuan putri" Gadis itu tersipu malu, lalu masuk kedalam mobil.

Cowok itu memutar kemudian berjalan menuju kursi kemudi. Setelah memasang seatbelt, mobilnya mengarah menuju taman.

Setibanya disana, sang gadis langsung menarik tangan kekasihnya menuju penjual es krim.

"Dev aku pengen itu, kita beli ya?" Pinta gadis itu pada Dev. Devano Alexander Gramantha seorang cowok yang terkenal posessive pada kekasihnya. Ia juga terkenal dengan sifat badung nya disekolah, lelaki yang akan berubah menyeramkan jika orang yang disayangnya tersakiti. Sering melakukan balap motor, ia jarang berada dirumahnya. Karena orang tuanya yang sedang keluar negeri untuk bekerja.

*Oke back topik

"Iya, anything for you" ucap Devano sambil mengacak rambut gadisnya gemas. Sebenarnya ia sedikit tidak suka, karena pedagang es krim itu lelaki.

"Kak, beli es krimnya rasa vanilla strawberry ya"

"Iya, tunggu sebentar ya" balas lelaki itu sambil tersenyum, terus memandangi wajah cantik didepannya. Hal itu membuat Devano marah, lalu menatap tajam lelaki itu.

"Gak usah liatin milik gue!" Sentak Devano. Lelaki itu pun tersadar lalu menyerahkan es krim itu kepada Gadis itu.

Gadis itu menerimanya dengan baik sambil tersenyum, membuat Devano kesal. Lalu berjalan mencari tempat duduk.

Setelah keduanya duduk, Gadis itu mendongak menatap Devano sambil terus memakan es krimnya. "Kamu tadi kenapa?"

Devano menatap gadisnya kesal, "Kamu ngapain sih beli yang disana? Kan masih banyak tempat lain, sayang. Tadi juga ngapain kamu senyum gitu ke dia. Senyum kamu itu cuma milik aku, gak boleh orang lain liat" Gadis itu tersenyum tipis, ia sangat sayang kepada Devano. Lelaki yang menemaninya disaat ia terpuruk maupun senang.

"Iya deh maafin aku yaa, tadi aku udah pengen banget soalnya" Devano mendengus lalu tangannya tergerak untuk menghapus noda es krim di sudut bibir gadisnya.

"Makan yang bener, pada belepotan nih..."

"Gak papa belepotan, biar dielapin sama kamu"

"Manja" cetus Devano. Gadis itu malah terkekeh geli melihat kekasihnya itu.

"Tapi kamu sayang kaaann?" Goda Gadis itu sambil menaik turunkan alisnya. Karena gemas, Devano menarik tubuh gadis itu dan menyembunyikan wajah gadis itu diketiaknya.

"Ish, bau Dev" Gadis itu menutupi hidungnya. Sebenarnya tubuh Devano tidak bau, tapi ia mengerjainya.

"Dih apaan, nih bau nih" Devano menggelitiki tubuh Zella, membuat gadis itu tertawa karena geli.

"Udah haha, Dev hahaha geli ih" Keduanya tak sadar jika sudah menjadi sorotan. Devano menghentikan gekitikannya, Zella mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

"Huh huh, capek ya... padahal gak ngapa-ngapain" ujar Zella. Zella Lavenia seorang gadis yang membuat seorang Devano terpana pada senyumannya. Gadis cantik dengan sejuta pesona.

Tak terasa, matahari semakin naik. Mengundang hawa panas yang teramat. Devano melirik arlojinya, kemudian menoleh ke arah Zella.

"Mau pulang sekarang?" Tanya Devano. Zella mendongak kemudian mengangguk. "Yuk"

Keduanya telah duduk didalam mobil. Devano kemudian menjalankan mobilnya. Ia melirik ke arah Zella yang sepertinya sedang sibuk bermain sosmed.

"Kerumah kamu apa ke apartemen aku?" Zella pun menoleh kesamping, "Rumah aku aja"

Devano mengangguk lalu membelokan mobilnya kerumah Zella. Sesampainya didepan gerbang, Zella turun dari mobil.

Devano membuka kaca mobilnya lalu menatap Zella, "Langsung masuk, besok pagi aku jemput ya" Zella pun tersenyum sambil mengangguk.

"Siap kapten! Kamu juga hati-hati, kalo udah sampe kabarin ya" ucap Zella, Devano hanya tersenyum, "Iya sayang"

Pipi Zella seketika memerah, padahal bukan pertama kali Devano bilang begitu.

"Yaudah sana masuk" suruh Devano. Zella mengangguk lalu membalik badan berjalan memasuki rumahnya.

Setelah melihat Zella masuk kerumah dengan selamat, Devano menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Zella.

***

Jangan lupa tinggalkan jejak ❤️
Continue Reading Next Chapter
Further Recommendations

Gabby_050206: I am really enjoying the book so far. It’s very easy to read and written very well. The plot is not cliche. There aren’t plot holes everywhere. And she uses very good grammar. These are traits that some writers lack. But this authors has all of these traits in spades.

Njell Cabug-os Garcia: There are less spelling errors and words use are hot. I like the plot and I look forward to what will happen next.

Dracyy: Interesting plot lines and well written. I’m hoping there is a sequel as it feels like the story is just getting started. Really liked the plot and the bringing cultures together was really interesting.

kripabhathp: Nice and short read

♡ Smilie ♡: This is the first time I read a series and I'm so pumped 😫😫 this book is just too amazing and the author is such a talented person. Cant wait to read more of her stories in the future

More Recommendations

Megan: I think I keep reading because I like the way the author discusses the trauma the main character has been through. You can very much imagine how Lia feels terrible at pulling in others and asking for help. The focus isn’t on the actual abuse as much as it’s focused on the emotional part. I like ...

Brittany Gamble: Loving this story

Brenda Walley: The novel.is great so far. I am rating on what I read so far. The books need to have more chapters before posting. This way it leave sus hanging and we start another book. This book in question would be great as a series. Great Job !

kayrammayas: Book is catchy, interesting

Sarah J: Omg yet another brilliant one. So so so looking forward to reading the next one

About Us

Inkitt is the world’s first reader-powered publisher, providing a platform to discover hidden talents and turn them into globally successful authors. Write captivating stories, read enchanting novels, and we’ll publish the books our readers love most on our sister app, GALATEA and other formats.