Customize readability
Aa

02:17

All Rights Reserved ©

Summary

Pukul 02:17. Sebuah ketukan. Sebuah bisikan. Sebuah senyuman di cermin yang bukan miliknya. Nathan berharap ia sedang kehilangan akal sehatnya. Karena jika tidak, maka kebenarannya jauh lebih mengerikan.

Genre
Mystery
Author
Yocua
Status
3mo ago
Chapters
1
Rating
5.0 (1 review)
Age Rating
16+

Chapter 1: Suara dari Kamar Sebelah

Jam menunjukkan pukul 02.17.

Nathan terbangun tanpa alasan yang jelas.

Tidak ada mimpi buruk. Tidak ada suara keras. Tidak ada notifikasi dari ponselnya.

Namun sesuatu membuat matanya terbuka.

Kamar itu gelap. Hanya cahaya lampu jalan dari luar yang menembus tirai dan membentuk garis-garis pucat di lantai.

Nathan menatap langit-langit selama beberapa detik.

Lalu ia mendengarnya.

Ketukan.

Tok.

Tok.

Tok.

Pelan.

Seolah seseorang mengetuk tembok.

Nathan mengangkat kepalanya.

Apartemen yang ia tinggali hanya memiliki satu unit di sebelah kamarnya, tetapi unit itu sudah kosong selama berbulan-bulan.

Setidaknya begitulah yang dikatakan pemilik gedung.

Tok.

Tok.

Tok.

Tiga ketukan lagi.

Nathan duduk di tepi kasur.

"Tetangga baru?" gumamnya.

Ia mengambil ponsel.

02.18.

Ketukan itu berhenti.

Nathan menghela napas lega dan kembali berbaring.

Lima menit berlalu.

Tok.

Nathan membuka mata.

Kali ini lebih keras.

Tok.

Tok.

Tok.

Ia bangkit lagi.

"Apa sih..."

Perlahan ia mendekati tembok yang berbatasan langsung dengan unit kosong.

Ia menempelkan telinganya.

Hening.

Sangat hening.

Lalu...

Dari balik tembok terdengar suara laki-laki berbisik.

"...halo?"

Nathan langsung mundur.

Jantungnya berdegup cepat.

Suara itu terdengar sangat dekat.

Seolah orang itu berdiri tepat di balik dinding.

Nathan menelan ludah.

"Siapa?" teriaknya.

Tidak ada jawaban.

Beberapa detik berlalu.

Kemudian suara itu muncul lagi.

"...akhirnya kau bangun."

Nathan membeku.

Keringat dingin mulai muncul di dahinya.

Ia mengambil senter dan keluar dari kamar.

Lorong apartemen kosong.

Sunyi.

Lampu kuning tua berkedip perlahan.

Unit di sebelah kamarnya berada tepat di depan mata.

Nomor 307.

Sudah lama kosong.

Pintu itu tertutup rapat.

Nathan melangkah mendekat.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Semakin dekat.

Semakin dingin udara di sekitarnya.

Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua ini masuk akal.

Mungkin ada penghuni baru.

Mungkin suara televisi.

Mungkin seseorang sedang bercanda.

Nathan meraih gagang pintu.

Terkunci.

Ia menghela napas.

"Tuh kan."

Ia hendak berbalik.

Lalu sesuatu menarik perhatiannya.

Debu.

Debu tebal menutupi lantai depan pintu.

Tidak ada jejak kaki.

Sama sekali.

Artinya tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari unit itu selama berbulan-bulan.

Tubuh Nathan menegang.

Perlahan ia mengangkat pandangan ke arah lubang intip pintu.

Gelap.

Sangat gelap.

Namun sesaat kemudian...

Sebuah mata muncul di balik lubang itu.

Mata manusia.

Terbuka lebar.

Menatap langsung ke arahnya.

Nathan tersentak mundur.

Napasnya tercekat.

Ia hampir terjatuh.

Tetapi saat ia melihat lagi...

Lubang itu kosong.

Gelap.

Tidak ada apa-apa.

Nathan berlari kembali ke kamarnya dan mengunci pintu.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Ia duduk di lantai sambil memegang dadanya.

"Mungkin aku kurang tidur."

"Itu cuma halusinasi."

"Itu tidak nyata."

Ia terus mengulang kalimat itu.

Berulang kali.

Sampai akhirnya ia menoleh ke arah cermin di sudut kamar.

Dan di situlah ia menyadari sesuatu yang membuat darahnya terasa dingin.

Di cermin itu, Nathan masih duduk di lantai.

Namun bayangannya tidak sedang melihat ke arah cermin.

Bayangannya sedang menatap ke arah pintu kamar.

Seolah sedang menunggu seseorang masuk.

Dan perlahan...

Bayangan itu tersenyum.

Let Yocua know what you thought about this chapter!
Love this

0

Love this

Funny

0

Funny

Spicy

0

Spicy

Suspenseful

1

Suspenseful

Emotional

0

Emotional

Profound

0

Profound

Heartwarming

0

Heartwarming

Shocking

0

Shocking

Good Writing

0

Good Writing

Compelling Plot

0

Compelling Plot

Great Character

0

Great Character

Strong Dialog

0

Strong Dialog

Further Recommendations

The Vendeleer Brothers

Lynne: This was a different read for me but enjoyable .don't think I will ever read anything like this book again.disturbing in places but a good read if you like stories about ghosts

Read Now
Shadowed Secrets -Book 1: Finding Herself

Lexionix06: You are an exceptionally talented storyteller with a strong creative vision and a truly compelling narrative style. Your work is incredibly engaging, original, and filled with depth that naturally captures attention and keeps the audience invested. Every detail in your storytelling reflects creativi...

Read Now
Tainted Memories

evijak: Good writing and captivating story. Can’t wait for more 🤩

Read Now
Stranded With A Stranger

YukkeTee: This slow-burn romance is a wild ride, from Kitty and Max’s hostile start to their fierce, all-consuming bond. What begins as survival on a remote outpost evolves into a raw exploration of trauma and trust: both haunted by past hurts, they clash, comfort, and slowly heal each other. The tension crac...

Read Now
In Between Two Alphas

YukkeTee: This omega-centric ABO story crafts a touching tripartite love between one vulnerable heroine and two distinct alphas. Plagued by clan prejudice and deadly schemes at first, the trio struggles hard to fight against outdated mating rules and vicious foes. After collecting ancient legal records and ov...

Read Now
Furry Humans

StoryWeaverX: I came across your work and it hit differently. I have a perspective on it I think you'd find interesting mind if I share?

Read Now
One Way To Live Is To Make A Zombie Fall For You

Emily012: Fiona’s fear and resilience shine brilliantly.

Read Now
The Resmar Murders

Luna_Artly: Hi! I hope you're doing well.I really enjoyed your story! Visuals like character art, book covers, or comic/webtoon adaptations can help your work stand out and attract more readers. I'm a commission-based artist creating custom visuals for authors, helping bring your ideas and characters to life wi...

Read Now
Taste of Passion

musa moo: Its a sweet story. The writing is very good. The only thing I found wanting was the structurisation. Whenever there was a change in scenario or situation, I wish there was some kind spacing or something to indicate that there's a change ahead. Because of that it became a bit confusing in the middle ...

Read Now