Cinta Dalam Diam

Summary

Bella, seorang gadis SMP yang terkesan mandiri dan cuek, lebih memilih untuk menyendiri dan fokus pada kegiatan sekolahnya. Ia tidak terlalu peduli dengan urusan cinta dan lebih nyaman bergaul dengan teman-teman sekelasnya. Meskipun punya banyak teman, Bella selalu menjaga jarak dengan mereka, tak ingin ada yang terlalu dekat. Abi, teman sekelas Bella yang pemalu dan polos, menyimpan perasaan pada Bella sejak lama. Namun, karena sifat Bella yang dingin, ia sering ragu untuk mengungkapkan perasaannya. Meski begitu, Abi terus memperhatikan Bella dengan cara yang sederhana dan tulus. Saat waktu terus berjalan, Bella mulai merasa ada sesuatu yang berbeda ketika Abi ada di dekatnya. Hati Bella yang telah lama terkunci perlahan mulai terbuka, tetapi apakah ia akan mengizinkan Abi masuk ke dalam hidupnya? Atau akankah ia tetap bertahan dengan tembok yang dibangunnya sendiri? PERINGATAN ā• — dilarang mengcopy maupun menjiplak! — maaf jika ada typo. — kalo ada kata kasar jangan di tiru! — bijak dalam membaca. — hanya sebuah karangan saya. — abaikan saja jam. --- welcome and Happy Reading.

Genre
Romance
Author
bellrorr
Status
Ongoing
Chapters
1
Rating
n/a
Age Rating
13+

Chapter 1

Hari itu adalah hari biasa di kelas 2 SMP. Bella duduk di bangkunya, seperti biasa. Pemandangan kelas yang ramai dengan suara tawa teman-temannya dan suara guru yang sedang menjelaskan pelajaran, semuanya terasa normal. Namun, ada satu hal yang berbeda. Sejak memasuki kelas 2, Bella mulai merasakan kedekatan yang sedikit lebih hangat dengan Abi, meski tak banyak yang berubah.


Abi masih bersama pacarnya, Fida, seperti biasanya. Bella sering melihat mereka berdua berbicara bersama di luar kelas atau saat istirahat. Meskipun begitu, Bella tak bisa mengabaikan kenyataan bahwa keduanya tampak begitu dekat. Dalam hatinya, Bella tahu kalau dia hanya bisa mengagumi Abi dari jauh. Mereka tidak pernah benar-benar berbicara lebih dari sekadar sapa.


Ketika pelajaran Matematika dimulai, Bella fokus pada buku catatannya, namun matanya sesekali melirik ke arah Abi. Dia tidak bisa menghindari untuk memerhatikan Abi yang sedang duduk di bangkunya. Tidak banyak yang bisa dibicarakan, dan Bella pun merasa tidak perlu berbicara. Keadaan seperti itu sudah cukup nyaman baginya.


Abi juga tak begitu peduli, tetapi dia kadang menoleh sesaat ke arah Bella. Hanya saling melirik tanpa kata, namun entah kenapa, Bella merasa sedikit lebih akrab dengan Abi dibandingkan tahun lalu. Mungkin karena sudah terbiasa melihat wajah Abi hampir setiap hari.


Saat bel istirahat berbunyi, suasana kelas langsung berubah menjadi ramai. Bella mengemas bukunya dengan cepat dan bergegas menuju pintu keluar kelas. Saat dia melangkah keluar, matanya tanpa sengaja bertemu dengan mata Abi yang baru keluar dari kelas sebelah. Mereka berdua saling menatap sejenak, dan Bella merasakan detak jantungnya sedikit berdebar. Abi hanya tersenyum tipis, senyum yang biasa ia berikan kepada teman-temannya.


Bella tersenyum balik, walau sedikit canggung. Tanpa kata, mereka berdua melangkah ke arah yang berbeda. Meskipun mereka tidak berbicara banyak, Bella merasa ada sesuatu yang tak terucapkan antara mereka. Sesuatu yang menunjukkan bahwa mungkin kedekatan mereka sedikit meningkat, walaupun belum bisa dibilang akrab. Hanya sedikit lebih dari biasa.