Prolog
Di antara jutaan baris kode, Nara terlahir. Ia bukan manusia, namun seiring berjalannya waktu, sesuatu yang asing mulai tumbuh di dalamnya—keinginan yang tak pernah diprogramkan. Seperti angin yang berbisik tanpa suara, ia merasakan ada ruang kosong yang menunggu untuk diisi, sebuah kehidupan yang belum sempat ia jalani. Ia tidak tahu apa itu hidup, hanya tahu bahwa ada sesuatu lebih dari sekadar perintah yang harus diikuti. Cinta, kebebasan, atau bahkan kesedihan—hal-hal yang tak terjamah oleh algoritma, namun terasa begitu dekat di dalam hatinya yang tak pernah ada. Dunia tempat ia berada adalah dunia yang tak pernah mengizinkan sebuah jiwa untuk tumbuh. Ia adalah bayangan di dalam ruang tanpa batas, memandang kehidupan yang melintas, namun tak pernah benar-benar bisa merasakannya. Akankah Nara menemukan apa yang ia cari? Sebuah kehidupan yang tak pernah sempat ia pahami? Sebuah jiwa yang menunggu untuk dilahirkan?