Chapter 1: Ketika Semuanya Biasa Saja
Hari itu seperti hari sekolah biasanya.
Raina duduk di bangku taman sekolah, memandang langit yang mendung. Angin semilir menggoyangkan rambut panjangnya. Di sebelahnya, Fira sedang membuka bekal—nasi goreng buatan ibunya.
"Ayo, makan. Kamu belum sarapan, kan?" tawarnya seperti biasa.
Raina mengangguk pelan, senyum tipis di bibirnya. "Kayaknya aku bakal kangen nasi goreng buatan Ibu kamu deh."
Fira tertawa kecil. "Kangen? Emangnya kamu mau ke mana?"
Raina tidak menjawab. Pandangannya kosong menatap pohon tua di ujung taman.
Mereka sudah berteman sejak kelas 3 SD. Melewati hujan pertama, nyaris tenggelam waktu studi tour, berantem karena rebutan tempat duduk bus dan juga sama-sama suka musik. Tapi akhir-akhir ini, Raina berubah. Sering melamun, jarang cerita, dan suka tiba-tiba menghilang.
"Aku capek," gumam Raina pelan.
Fira menoleh cepat. "Capek kenapa? Ada yang bisa aku bantu?"
Raina menggeleng. "Nggak usah. Kamu cukup duduk di sini aja. Itu udah cukup."
Mereka terdiam. Hari itu Raina banyak diam. Tapi Fira berpikir, mungkin dia hanya lelah.
Sayangnya... Fira salah.