Astra Lux

All Rights Reserved ©

Summary

Di dunia buatan yang mengapung di atas samudra tak berujung, segalanya dibangun dari rekayasa... dan kebohongan. Sebuah pulau terbelah menjadi tiga lapisan kehidupan: kemewahan yang memabukkan, penindasan yang membusuk, dan rahasia yang terkubur begitu dalam hingga nyaris dilupakan. Di tengahnya, seorang anak laki-laki berusia dua belas tahun, tumbuh dalam kesunyian. Tampak biasa, namun menyimpan sesuatu yang luar biasa—kekuatan yang tak dia pahami, warisan yang tak pernah dia minta. Kasih sayang tak pernah singgah. Hanya kenangan yang memudar, dan sebuah artefak kuno bernama Astra Lux yang selalu bersamanya. Tak seorang pun tahu dari mana benda itu berasal. Bahkan dia sendiri tidak. Tetapi kebenaran, meski terkubur, tak bisa selamanya tidur. Saat dunia mulai retak, dan bayang-bayang masa lalu merayap kembali, dia dihadapkan pada satu pilihan: menjadi pelindung... atau menjadi ancaman terbesar yang pernah dikenal dunia. Dalam gelap yang kian pekat, hanya cahaya yang terlupakan yang mampu membimbingnya. Dan terkadang, cahaya itu... lahir dari kegelapan itu sendiri.

Genre
Scifi
Author
Aldo
Status
Ongoing
Chapters
1
Rating
n/a
Age Rating
13+

Chapter 1 Cahaya yang Terlupakan























“Target kita jelas,” ucapnya. “Artefak kuno. Tepatnya berada di ruangan Echosambil menunjuk bagian utara markas, terletak di ruangan terdalam sektor utara.

Sektor utara punya lima lapisan keamanan. Dan tak satu pun dari mereka mudah dilewati.

“Untuk bisa memasuki ruangan itu, Kita butuh jaringan genetik kelima Pilar—tetapi kita tidak perlu semuanya. Cukup satu saja... dan target akan terbuka.”

Kelima sosok bertopeng tak menjawab, tetapi sorot mata mereka berbicara. Wanita itu mulai menyampaikan rencananya, memberi instruksi, satu per satu, dengan ketelitian seorang arsitek kehancuran.

Lysithea,” menunjuk sektor barat pada peta. “Kau yang pertama membuka jalur. Gunakan formula biologismu—Kau tau harus berbuat apa, buat para penjaga di sektor luar tak sadarkan diri. Tidak perlu membunuh, lumpuhkan saja mereka. Lalu secepat mungkin kuasai sektor itu pastikan semuanya aman.”

Lysithea menunduk, dengan senyuman tipis menghiasi wajahnya. “Versi terbaru serumku sudah siap. Meskipun ini masih tahap awal, Aku buat mereka sebagai kelinci percobaan pertamaku. Akhirnya, eksperimenku menemukan panggung. Kini hanya kegilaan yang muncul dalam benaknya.

Kael, setelah jalur aman, masuk ke pusat kendali jaringan pusat, disini kamu akan beraksi, kuasai pusat jaringan, jangan beri mereka waktu sadar, buat mereka buta total.”

Kael hanya mengangguk dingin. “jangan remehkan keahlianku, Aku tak perlu menguasai mereka, cukup memutus mata dan telinga mereka.” sambil mengenakan sarung tangannya yang artinya siap untuk di laksanakan.

Viren,” menunjuk bagian sektor utara. Saat markas berhasil di kelabuhi, Kau masuk dari ventilasi sektor 3, Kau sangat ahli dalam menyusup, jika ada saksi jangan ragu untuk bertindak”

“Di titik ini kau akan bergabung dengan Lysithea. Bergeraklah dalam gelap—bunuh jika perlu. Sisakan ketakutan, bukan tubuh.”

Viren tidak berkata apa pun, sambil memainkan belatinya, hanya matanya yang menyala sejenak di bawah topeng. Keheningan adalah persetujuannya.