BAB 1: PARA KARAKTER
Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kaca di ruang makan mewah. CINDY (37 tahun) duduk terdiam di kursi mahoni. Gaun tidurnya yang berbahan sutra merah melekat ketat, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat berisi, terutama ukuran dadanya yang 36E yang tampak sangat menonjol.
.
PAK BON (53 tahun), pengusaha sukses yang wajahnya selalu kaku, hanya sibuk dengan ponselnya. Mereka sedang menikmati sarapan pagi. PAK BON melirik-lirik jam tangan, tampak cemas.
.
Lalu ia berkata, "Ma, Papa berangkat. Ada rekan yang mau investasi membahas proyek. Jangan telepon kalau tidak penting," ucapnya dingin tanpa menatap istrinya.
.
"Baiklah, Pa," ucap CINDY.
.
PAK BON lalu melangkah pergi. CINDY hanya bisa menghela napas, ia merasa sesak, bukan karena rindu, tapi karena suasana rumah yang mati.
.
Serangan Sesak Napas di Rumah
.
Baru saja mobil PAK BON keluar gerbang, CINDY mencoba bangkit untuk membereskan sisa sarapan. Setelah itu, ia mencuci piring. CINDY tipe wanita yang meski kaya, ia sangat rajin. Setelah mencuci piring, ia bersih-bersih rumah. Dia asyik menjelajah setiap sudut rumah mewahnya.
.
Namun tiba-tiba, ia meremas dadanya.
.
"Ugh... ahh... kenapa ini..."
.
Napasnya memburu. Rasa sakit yang tajam menghujam area dadanya. Karena ukuran dadanya yang besar, tekanan di tulang rusuknya terasa berlipat ganda. Ia terduduk di lantai marmer, wajahnya pucat pasi.
.
Ia meraih ponsel. Ia mau menelepon suaminya, tapi ingat suaminya berkata dingin tadi. Lalu CINDY menelepon SINTA, temannya.
.
"SINTA... tolong... aku sesak sekali... dadaku sakit..."
.
"Aduh CIN! Tunggu, aku cari kartu nama dokter yang katanya bagus di dekat rumahmu!" SINTA mengaduk laci dan menemukan kartu nama hitam-emas: Klinik Spesialis Anonymous. "Ini ada! Klinik baru, katanya spesialis penanganan darurat. Cepat ke sana!"
.
"Ya sudah, nanti kirim alamatnya ya, SINTA."
.
"Oke, CIN."
.
Lalu SINTA menutup telepon.
.
Kerajaan Penipuan: Sumber Kekayaan Dokter Anonymous
.
Di sisi lain kota, di sebuah ruko eksklusif tiga lantai yang tampak sangat profesional, ANONYMOUS (38 tahun) sedang berdiri di depan cermin besar. Dia bukan dokter, tapi dia lebih kaya dari dokter asli mana pun.
.
Bagaimana seorang penipu bisa memiliki klinik semewah ini?
.
Uang Hasil Menipu Para Janda: Lima tahun lalu, ia menjalankan skema investasi bodong "Alat Bedah Laser" fiktif. Ia berhasil membawa lari miliaran rupiah dari para janda kaya yang ia rayu.
.
Bisnis Pencucian Uang: Klinik ini sebenarnya adalah kedok untuk mencuci uang hasil bisnis gelapnya yang lain. Dia sengaja memilih lokasi elit agar tidak dicurigai oleh aparat pajak.
.
Peralatan Medis "Pajangan": Semua mesin canggih (EKG, USG, Monitor Jantung) di ruangannya adalah barang bekas dari rumah sakit yang sudah bangkrut. Dia membelinya hanya agar ruangannya terlihat sangat canggih di mata orang awam. Dia tidak tahu cara pakainya, tapi alat itu bisa menyala dengan lampu-lampu yang meyakinkan.
.
Ijazah Desain Sendiri: Di dindingnya berderet ijazah spesialis jantung dari universitas ternama luar negeri. Semuanya hasil cetakan berkualitas tinggi yang ia desain sendiri di komputer menggunakan aplikasi grafis canggih.
.
ANONYMOUS tidak punya asisten, perawat, atau resepsionis. Dia bekerja benar-benar sendirian. Dia sengaja tidak mempekerjakan orang lain agar rahasianya tidak bocor bahwa dia tidak mengerti medis sama sekali.
.
Dia merapikan jas putihnya yang sangat mahal, jas yang dia pesan khusus agar terlihat seperti dokter berkelas. Dia duduk di balik meja eksekutifnya yang besar, menatap pintu masuk kliniknya melalui CCTV. Kliniknya sangat rahasia. Ia hanya membagikan kartu namanya di kalangan elit saja, dan sudah banyak korban. Karena ia kaya, ia selalu lolos dari hukuman.
.
SINTA mengirimkan alamat klinik tersebut kepada CINDY. Setelah menerima pesan singkat berisi titik lokasi itu, CINDY bergegas bersiap. Rasa sakit di dadanya masih berdenyut, membuatnya harus bergerak cepat namun hati-hati.
.
Ia mengganti gaun tidurnya dengan kaos ketat yang mengikuti lekuk tubuhnya yang padat, serta memakai celana dasar mengkilat yang mempertegas bentuk kakinya. Dengan langkah terburu-buru, ia segera berangkat mengendarai mobil mewahnya, membelah jalanan menuju alamat yang diberikan.
.
Tidak butuh waktu lama bagi CINDY untuk sampai di depan ruko mewah tersebut.
.
Sementara itu, di balik monitor CCTV, ANONYMOUS melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan kliniknya. Sosok CINDY turun dari mobil. Dari layar monitor, ANONYMOUS melihat seorang wanita yang sangat cantik dengan bentuk tubuh yang luar biasa indah.
.
Ketika CINDY berdiri tepat di depan pintu kaca, ANONYMOUS memperhatikannya dengan saksama. Matanya seketika melotot, tertegun melihat proporsi tubuh CINDY yang sangat menonjol di balik kaos ketatnya. Sebuah seringai tipis muncul di wajah ANONYMOUS. Ia segera merapikan jas putihnya, bersiap menyambut mangsa paling berharga yang pernah datang ke kliniknya.