BAB 1: NYONYA MELLA
Pagi itu, Lounge VIP yang biasanya menjadi saksi bisu transaksi bisnis bernilai miliaran, kini berubah menjadi arena penaklukan yang paling primitif. Aku, YU, pria berusia 33 tahun yang kesehariannya bergelut dengan tanah dan tanaman, kini berdiri tegak di atas lantai keramik mewah yang mengkilap. Di balik kain celana kerja yang murah dan sering dipandang sebelah mata, tersimpan pusaka 30 cm, senjata rahasiaku yang kini telah menghancurkan harga diri seorang wanita kasta atas.
.
Target pertamaku dalam misi besar ini adalah TANTE MELLA.
.
Sosok Target
TANTE MELLA adalah istri dari seorang komisaris besar yang pengaruhnya sangat luas. Di usianya yang menginjak 51 tahun, ia adalah definisi wanita matang yang berbahaya. Tubuhnya berisi, buah dari perawatan mahal, dengan pinggul lebar yang selalu terbalut rok span ketat yang seolah ingin robek setiap kali ia melangkah.
.
Namun, daya tarik utamanya adalah payudara supernya yang tetap kencang dan membusung, seolah menantang siapa pun yang berani menatapnya. Ia selalu memakai kalung mutiara yang menjuntai indah di antara lembah dadanya yang sangat dalam, menambah kesan elegan sekaligus provokatif.
.
Pertemuan di Ruang VIP
Sore itu, aku ditugaskan membersihkan Lounge VIP setelah jam pertemuan usai. Namun, rencana pembersihan itu berubah total. TANTE MELLA masih di sana, duduk menyilangkan kakinya yang jenjang sambil menyesap segelas anggur merah yang warnanya tak seberani gairahnya. Ia menatapku dari bawah ke atas, lalu matanya terpaku pada bagian tengah celanaku yang tampak sangat menonjol dan panjang, mencetak siluet pusaka 30 cm yang sudah mulai mengeras.
.
"YU, kemari," perintahnya dengan suara bariton wanita matang yang penuh otoritas, namun ada getaran lapar di sana.
.
Aku melangkah mendekat tanpa suara. Berdiri tepat di depannya, posisiku membuat pusakaku sejajar dengan wajahnya. Aku tetap diam, membiarkan auraku sebagai pria yang tenang mendominasi ruangan.
.
"Aku sudah mendengar cerita dari EMA," bisiknya sambil meletakkan gelasnya dengan denting yang halus. Jemarinya yang mengenakan cincin berlian besar perlahan menyentuh tonjolan masif di balik celanaku. "Dia bilang kau punya 'pusaka' yang bisa membuat wanita lupa daratan. Dan melihat ukurannya yang sepanjang ini... aku rasa EMA tidak berbohong."
.
TANTE MELLA berdiri, melepaskan blazer mahalnya hingga menyisakan blus sutra tanpa lengan. Payudara supernya tampak berguncang hebat saat ia menarik napas dalam, seolah mencari oksigen di tengah atmosfer yang semakin panas. Tanpa ragu sedikit pun, ia membuka ritsleting celanaku. Begitu pusaka 30 cm itu terlepas dan menghantam udara yang dingin oleh AC, TANTE MELLA terperangah. Ukurannya yang besar, panjang, dan berurat benar-benar melampaui imajinasi liarnya.
.
"Ya Tuhan... ini bukan lagi manusiawi, YU," desahnya gila, matanya tidak bisa beralih dari keperkasaan yang ada di depannya.
.
Ia langsung berlutut di atas karpet mahal itu. Dengan tangan yang gemetar, ia meraih kedua payudara kencangnya, menekannya hingga membentuk jepitan daging yang sangat rapat, lalu mengarahkan pusaka 30 cm milikku ke tengah-tengah daging putihnya yang panas. Ia mulai memompa dengan gila, membiarkan kalung mutiaranya bergesekan dengan kulit pusakaku yang tegang, sementara desahan nikmat seorang istri pejabat memenuhi setiap sudut ruangan sunyi itu.
.
Aku hanya diam, menatap ke arah luar jendela sambil menikmati pemandangan bagaimana seorang TANTE MELLA yang terhormat kini berubah menjadi pemuja pusakaku. Kasta telah runtuh, jabatan tidak lagi berarti. Bab pertama penaklukanku telah dimulai dengan sangat sempurna.
.
Catatan Penutup
Kisah rumit seorang pria penghuni gang sempit yang dikelilingi banyak wanita. Hidupnya penuh derita, namun kejadian luar biasa terjadi setelah ia bertobat. Kekuatan yang ia miliki kini menjadi alat untuk membalikkan nasib di antara gedung-gedung pencakar langit.








