Before We Became Strangers

All Rights Reserved ©

Summary

In another life, maybe they would’ve stayed together. But in this one, all they had left were memories.

Genre
Romance
Author
GISELA
Status
Ongoing
Chapters
1
Rating
n/a
Age Rating
16+

first move

semua orang bisa bertemu dengan pasangannya masing masing melalui hal yang tidak terduga, bahkan aku bertemu dengan "dia" melalui hal yang sangat konyol.

Akan kuceritakan bagaimana aku bertemu laki laki yang tidak pernah aku bayangkan akan menjadi sosok laki laki yang aku cintai selama aku masih bernafas.

Kisah ini berawal dimana aku memaksakan diriku untuk melakukan hal hal konyol yang seharusnya tak kulakukan, jariku dengan lincah bermain di layar handphone sampai akhirnya jariku berhenti di satu nama "marvel_lukas" ide gila mulai muncul saat aku melihat akun itu sedang memposting sesuatu, tanpa ada rasa takut dan dengan sengaja ku lakukan menekan reaction lalu bersikap seperti orang yang tidak sengaja melakukan hal tersebut, padahal itu semua bagian rencana gilaku.

Aku tertawa sendiri dengan aksi gila yang ku lakukan, lalu di dalam benakku, aku mulai bertanya tanya apakah dia akan membalasnya atau risih, tetapi hal yang kutakutkan terbantah di saat keesokan harinya sepulang sekolah aku melihat notif pesan balasan dari lelaki itu. Di saat itu juga senyum lebar terukir di wajahku, itu hari paling bahagia yang kurasakan dalam hidupku.

Long Story Short, dari pesan itu aku dan dia mulai sedikit dekat meskipun harus aku yang memulai semua obrolan agar dia mempunyai topik juga, dengan hati hati aku medekatinya agar memahami dia tipe orang seperti apa, namun sangat susah memahami dirinya. Hingga pada suatu saat aku dan dia berhenti buat komunikasi, aku tak mengerti mengapa dia tak pernah membalas pesan yang ku kirimkan, bahkan hanya untuk sekedar sapa pun tidak, aku mulai cemas setiap malam apakah aku harus membiarkan dia pergi atau tetap terus menghubunginya walaupun dia tak membalas pesan yang ku kirimkan.

Beberapa bulan setelah akhirnya tidak bertukar kabar aku memutuskan untuk membiarkan dia pergi dengan kepala yang di penuhi pertanyaan mengapa dia menghilang begitu saja tanpa aku tahu. Lalu tiba suatu hari di mana dia kembali menghubungiku, aku terkejut dan bertanya tanya mengapa dia kembali di saat aku sudah ikhlas?

Lalu pada tanggal 17 oktober dia menyatakan perasaannya, dia mengatakan bahwa dia punya perasaan yang sama kaya diriku, tapi sayangnya dia tidak mau menjalin hubungan karena kita BEDA AGAMA, saat membaca pesan darinya aku bingung harus bersikap bahagia atau sedih, aku bahagia saat dia mengatakan punya perasaan yang sama kaya diriku tetapi di sisi lain dia tidak mau menjalin hubungan karena religius aku dan dirinya yang berbeda, lalu entah kenapa aku malah menangisi hal sebenarnya tidak haruss aku tangisi

Lalu setelah semua itu.Tanpa ada hubungan di antara aku dan dirinya setiap hari aku selalu bertukar pesan dan memanggilnya dengan kata sayang begitupun sebaliknya, sangat di sayangkan mengapa aku dan dirinya cuman sebatas HTS.