Chapter 1
Kata Pengantar Penulis
Ketika ketidakadilan menggerogoti hingga segalanya runtuh, manusia yang telah retak dan hancur akan berjuang mati-matian untuk mempertahankan dirinya—dari luka yang terakumulasi sedikit demi sedikit, hingga pada akhirnya berubah menjadi dorongan yang memaksa seseorang bangkit melawan kejahatan. Kejahatan yang tidak lahir dalam sekejap, melainkan seperti bara api yang perlahan menyala dari keputusasaan.
Di saat keadilan meninggalkan mereka, ketika sistem hukum mendorong mereka keluar, dan dunia menuding bahwa semua ini adalah akibat dari keserakahan mereka sendiri—maka yang muncul bukanlah kepasrahan, melainkan perlawanan untuk merebut kembali harga diri. Bahkan jika itu berarti harus meninggalkan kemanusiaan, membangkitkan “iblis” dari dunia komik sebagai pola, memelintirnya menjadi dalih untuk melemparkan seluruh dosa ke atas lembaran penuh goresan tinta.
Kekacauan itu pun menyelimuti jiwa para tokohnya—seperti Kay, seorang komikus yang ditinggalkan dunia, dan Phat, seorang Inspektur polisi yang memikul harapan di atas kedua bahunya. Takdir mengikat keduanya dalam bayang-bayang masa lalu yang kelam, yang tak pernah benar-benar memudar.
Novel ini tidak hanya meninggalkan teka-teki tentang seorang pembunuh untuk dipecahkan, tetapi juga menyisakan pertanyaan tanpa jawaban—apakah komik yang lahir dari imajinasi benar-benar mampu memengaruhi dunia nyata, hingga meluas menjadi sebuah kasus besar yang mengguncang mekanisme keadilan?
MR. KILL — Manga Perintah Mati sedang menunggu seseorang untuk mengurai simpul dari setiap karakter, menghubungkan petunjuk dari setiap halaman, dan menemukan bukti yang tersembunyi di setiap baris… untuk akhirnya kembali ke titik awal dari seluruh kisah ini.
— wednesdaytus