Prolog
SALAH ALAMAT
Sebuah novel tentang orang-orang yang mencintai dengan cara yang sering keliru.
NANDAKA AKSARA
NOVEL SERIAL • 10 EPISODE • 50 BAB
SINOPSIS
Ketika kantor pos tua di Kota Purnama akan dibongkar, Ratri Wening mendapat pekerjaan sederhana: mendata barang-barang yang tak pernah diambil pemiliknya. Namun, sebuah kotak berisi surat-surat lama membuat tugas itu berubah menjadi urusan satu kota. Ada cincin yang dikembalikan, seorang duda yang belajar berkencan lagi, anak yang tak tahu cara meminta perhatian ayahnya, pasangan yang tampak sempurna di internet, dan dua sahabat lama yang selalu salah membaca diam satu sama lain. Di tengah kekacauan itu, Ratri bertemu kembali dengan Damar Prakoso, lelaki yang menjadikan lelucon sebagai pagar agar tak seorang pun melihat ketakutannya. Semua petunjuk akhirnya mengarah pada sepucuk surat tanpa nama, yang selama bertahun-tahun disimpan oleh pensiunan kepala pos. Surat itu ternyata bukan pengakuan cinta seorang diri, melainkan suara banyak orang yang tak pernah berhasil mengatakan hal sederhana: aku peduli. Saat bangunan yang menyimpan semua rahasia itu terancam runtuh, para tokoh harus menentukan mana yang layak diselamatkan—tempatnya, kenangannya, atau kesempatan untuk berbicara sebelum terlambat.
TOKOH UTAMA
Ratri Wening, 30 — Arsiparis kontrak. Teliti, mandiri, dan ahli membuat keputusan untuk semua hal kecuali perasaannya sendiri.
Damar Prakoso, 31 — Pembawa acara dan penulis komedi. Cepat melucu ketika gugup; lambat mengakui bahwa ia juga bisa terluka.
Jatmiko, 68 — Pensiunan kepala kantor pos. Kaku, disiplin, penyimpan surat-surat yang tak pernah selesai ia antarkan.
Niken, 28 — Konsultan tata kota yang memimpin proyek pembaruan kawasan. Tegas dan praktis; menyimpan luka lama terhadap ayahnya.
Lastri, 59 — Pemilik usaha laundry. Jujur, cerewet dengan alasan yang masuk akal, dan mulai belajar memberi ruang bagi kebahagiaan baru.
Gondo, 64 — Pensiunan sopir bus. Pendiam, telaten, masih menulis surat untuk istrinya yang telah meninggal.
Anin, 17 — Siswi yang berani mengajukan keluhan pada loket cinta, tetapi sulit menyampaikan kebutuhan kepada ayahnya sendiri.
Elang, 46 — Ayah Anin. Pekerja keras yang mencintai lewat tindakan, sering lupa bahwa orang rumah juga membutuhkan kata-kata.
Beni Adinata, 30 — Pembuat konten bertema hubungan. Pintar bicara di depan kamera, tidak selalu berani menghadapi percakapan pribadi.
Siska, 29 — Istri Beni. Tajam, tenang, dan lelah menjadi bukti hidup bagi citra rumah tangga orang lain.
Tami, 21 — Kurir paket yang berani mengantar barang ke mana saja, kecuali mengantar pengakuannya sendiri.
Arum, 21 — Sahabat Tami. Hangat, hati-hati, dan sedang belajar bahwa kejujuran tidak otomatis merusak hubungan.
Yasmin, 31 — Mantan tunangan Damar. Tidak jahat dan tidak ingin kembali; ia hanya ingin menyelesaikan urusan yang dulu mereka hindari.
Aditya, 32 — Mantan tunangan Ratri. Teratur dan penuh rencana, tetapi pernah mengira hidup bersama bisa dikelola seperti daftar pekerjaan.
DAFTAR EPISODE
EPISODE 1 — LOKET NOMOR NOL
Tempat orang-orang membawa hal yang tidak bisa mereka buang.
EPISODE 2 — PENGEMBALIAN
Sebab tidak semua yang kembali harus dimiliki lagi.
EPISODE 3 — YANG TINGGAL DI RUMAH
Ada orang yang selalu hadir, tetapi jarang terasa dekat.
EPISODE 4 — CINTA DI DEPAN KAMERA
Hubungan yang terlihat baik belum tentu sedang baik-baik saja.
EPISODE 5 — SURAT TANPA ALAMAT
Sebuah rahasia lama mulai menemukan jalannya.
EPISODE 6 — SALAH BACA
Kadang-kadang yang kita anggap penolakan hanyalah ketakutan yang memakai baju lain.
EPISODE 7 — BARANG YANG TIDAK BISA DIKIRIM
Ada permintaan maaf yang terlalu lama disimpan.
EPISODE 8 — SEMUA ORANG PUNYA CERITA
Tak seorang pun hanya tokoh utama dalam hidupnya sendiri.
EPISODE 9 — GEDUNG YANG HAMPIR RUNTUH
Saat hujan datang, semua orang akhirnya memegang sisi yang sama.
EPISODE 10 — PENERIMA
Cinta bukan alamat yang benar. Ia adalah keberanian untuk mengetuk.








