00 ; Sebut saja ini prolog
Boleh aku mulai bercerita? Ah, maksudku bernarasi.
Malam ini, ditemani dengan secangkir kopi manis, akan ku ceritakan pada kalian, kisah kami yang pernah terbentuk.
Kisah yang manis sampai kata perpisahan itu hadir.
Tentang dia dengan segala kesempurnaannya.
Dia baik, dan tampan adalah nilai plus dalam dirinya.
Dia datang kepadaku dengan secercah harapan yang tersirat dalam matanya.
Dia mampu menjadikan aku gadis paling bahagia saat itu juga. Klasik bukan?
Aku benci kenyataan, bahwa sejauh apapun aku pergi, aku tetap mencintainya dengan serakah.
Ya, aku masih ingat jelas namanya. Raga Samudera. Bagaimana kabarmu?
story begins...