BIANCA

Summary

"Mereka bilang aku seperti Iblis, ah sial mereka tidak tahu bahwa aku adalah Ratu nya" Itulah kalimat yang selalu Bianca ucapkan setiap ia mendapatkan kemenangannya. Bianca Alexandria Baroque. Putri dari keluarga Baroque. Mempunyai keturunan darah seorang Mafia membuat Bianca tumbuh menjadi gadis yang menyeramkan. Namun sifat Iblis nya itu mampu ia sembunyikan selama 17th, bersamaan dengan identitasnya yang masih disembunyikan. Semua itu ia lakukan demi untuk mengungkap sebuah rahasia. ⚠️WARNING⚠️ 17+ , MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, KISES, BAPER, DANGEROUS SCENE, GORE!

Status
Ongoing
Chapters
1
Rating
n/a
Age Rating
16+

Chapter 1

Matahari sore ini mulai menghilang dibalik awan dan pegunungan, hanya menyisakan semburat senja yang mulai masuk menusuk ke sela-sela jendela sebuah cafe di kota New York.


"Ice coffe latte for miss Bianca?" ucap seorang barista di depan bangku nomor 5.


"Yes, thankyou" jawab gadis tersebut seraya tersenyum.


Ya gadis yang tengah duduk sendirian di café tersebut adalah Bianca. Bianca selalu menikmati waktu sendiri nya di café ini, ditemani secangkir kopi dan sebuah novel. Membuat Bianca bisa sejenak melepaskan penat yang menyerang. Meskipun saat ini sudah memasuki libur akhir semester, tetap saja Bianca harus mengerjakan pekerjaan lain yang sangat menguras banyak tenaga d"an pikirannya.


Drrrt..


Drrtt..


Drrtt


Bianca mengambil ponsel yang bergetar dari dalam sakunya. Melihat siapakah yang memanggil nya. Menampilkan nama seorang wanita yang mampu membuat Bianca mengukir senyum di wajah cantiknya.


"Hallo mommy, aaaa I miss u" ucap Bianca ketika sambungan telfon tersebut mulai terhubung.


"Hallo sayang, I miss u too anak mommy yang paling cantik" ucap seseorang di sebrang sana.


"Mommy ada apa tiba-tiba jam segini nelfon Bia? Bia lagi me time tauk mom" tanya Bia keheranan, pasalnya mommy nya tersebut tidak pernah menghubungi Bianca tanpa bertanya terlebih dahulu, takut jika ia akan menganggu waktu Bianca katanya.


"Ini sayang daddy kamu ada yang mau diomongin sama kamu katanya" jawab mommy Bianca.


"Baiklah mom, mana daddy?" tanya Bianca.


"Hallo Bia sayang anak daddy yang paling cantik, kamu ga kangen sama daddy kah sayang?" ucap seorang pria dari sebrang sana.


"Daddy Bia kangen banget sama daddy, Bia pengen peluk daddy, Bia kangen juga sama abang Kevan dan Kevin" jawab Bianca dengan semangat.


"Kalo kamu beneran kangen sama kita, pulang sekarang dong sayangg. Biar kita sekeluarga bias kumpul lagi." ucap daddy Bianca


"Ah daddd, Bia masih betah disini dad, kalo Bia pulang nanti Bia gapunya temen dad disana, Bia gamau kesepian." jawab Bianca lesu.


"Kan bisa cari teman baru disini sayangg. Ini juga sudah tiba waktunya kamu menepati janjimu pada daddy sayangg, kamu tidak lupa akan janjimu setahun silam kan?" ucap daddy Bianca membujuk


"Hhuufftt baiklah dad, minggu depan ya Bianca pulang, masih ada beberapa hal yang harus Bia selesaikan disini." jawab Bianca


"Baik sayangg, nanti daddy akan memberitahu Aksa untuk membantumu menyelesaikan urusanmu disana, dan juga menyiapkan kepulanganmu" jawab daddy Bianca.


Aksa adalah bodyguard sekaligus asisten pribadi Bianca, Aksa sudah bekerja dengan Bianca sejak dari Bianca berumur 7 tahun. Aksa dan bianca sepantaran, untuk itulah Aksa seperti bukan seorang asisten untuk bianca, melainkan sudah seperti saudranya.


"Baik dad,yasudah dad Bianca pulang dulu ya. Bianca mau menyelesaikan pekerjaan Bianca Bersama mereka" pamit Bianca.


"Baik sayang, dahhhh sampai jumpa cantikk"


"Sampai jumpa dad, titip salam untuk mommy dan dua abang Bia"


Tutt


Tuttt


Tutttt


Sambungan telfon tersebut akhirnya terputus.


Bianca adalah satu satunya putri dari keluarga Baroque. Ayahnya adalah Aamon Alexander Baroque, ibunya adalah Anastasya Emilia Baroque. Memiliki dua kakak laki laki kembar bernama Kevin Alexandrio Baroque, dan Kevan Alexandrio Baroque. Sedangkan nama lengkap Bianca sendiri adalah Bianca Alexandria Baroque.


Bianca saat ini tinggal di New York Bersama kakek dan nenek nya, serta Aksa asisten pribadinya tentunya. Namun Bianca tidak tinggal 1 atap dengan kakek neneknya. Melainkan tinggal di sebuah apartemen. Hanya ditemani Aksa yang tinggal di sebelah unitnya, ya tentu untuk menjaga dan membantu segala keperluan Bianca. Alasan Bianca tidak tinggal dengan kakek dan neneknya adalah karna untuk menyembunyikan identitasnya sebagai keluarga Baroque. Alasannya masih Bianca sembunyikan. Jadi sampai saat ini tidak ada satupun yang mengetahui identitas asli Bianca.


Bianca tinggal di kota New York sejak ia kecil, Bersama kedua orangtua nya. Namun 2 tahun silam, kedua orangtuanya memutuskan untuk kembali ke Indonesia, namun Bianca menolak untuk ikut pindah, jadilah hanya Kevan dan Kevin yang ikut Bersama dengan orangtuanya. Sedangkan bianca tetap tinggal di New York. Ia diberikan tugas oleh kedua orangtua nya untuk mengurus beberapa perusahaan orangtuanya yang ada disana. Karna ia adalah gadis pilihan .


Sejak kecil memang Bianca termasuk anak yang tidak pernah terlibat dengan urusan kedua orangtua maupun keluarganya. Itulah sebabnya orang diluaran sana tidak mengetahui bahwa anak perempuan satu-satunya keluarga Baroque adalah Bianca. Mereka hanya mengetahui bahwa keluarga Baroque memiliki seorang anak perempuan.


Selain Bianca sudah ahli dalam mengurus bisnis keluarganya, Bianca juga mahir dalam berbagai macam seni bela diri dan juga pandai menembak. Semua itu Bianca kuasai bukan hanya semerta merta untuk menjaga dirinya sendiri, melainkan untuk menghadapi sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari nanti.


1 minggu kemudian


"Saaaa.."


"Aksaaaa.."


"Aksaaa baskara bangunnn"


Teriak Bianca sambil menggedor gedor pintu apartemen Aksa yang berada di samping unit nya. Beberapa detik kemudian terdengan bunyi knop pintu diputar. Lalu menampilkan seorang pria berbadan kekar dengan rambut yang masih setengah basah, menambah kesan ketampanan pria tersebut. Ya pria tersebut adalah Aksa, asisten pribadi Bianca.


"Maaf nona, saya baru saja selesai mandi. Maafkan saya" ucap aksa menunduk takut Bianca akan memarahinya.


"Ohhh, kupikir kau masih tidur Aksa" jawab Bianca.


"Tidak nona, saya sudah bangun dari pukul 4 pagi tadi, menyiapkan segala keperluan nona untuk pulang ke Indonesia" jawab Aksa


"Maaf nona, mengapa nona tidak langsung masuk saja, bukankah nona tau sandi rumah ini?" tanya Aksa heran, sebab Bianca malah hanya berdiri di depan pintu.


"Ah tidak Aksa, bagaimanapun kau juga seorang lelaki dewasa yang memiliki privasi, dan aku tidak ingin menganggunya" jawab Bianca


"Ah tidak perlu sungkan nona" Aksa tersenyum.


"Yasudah lanjutkan siap siapmu Aksa, habis ini kita berangkat." Ucap Bianca seraya meninggalkan apartemen Aksa.


Aksa baskara, adalah anak dari pasangan Andi baskara dan Kania Baksara, asisten pribadi Aamon. Sedari kecil aksa sudah mengabdikan hidupnya kepada bianca.


Flashback on


Disuatu sore yang cerah, seorang gadis berumur 7 tahun sedang berjalan jalan santai di taman yang masih ada di pekarangan mansionnya, ia ditemani oleh seorang pria yaitu ayahnya.


Saat sedang bermain dengan bunga di depannya, tiba-tiba ada sebuah suara yang datang dari belakang taman tersebut.


"Permisi tuan Aamon" ucap pria itu membungkuk memberi hormat, pria itu menggandeng seorang anak lelaki. Anak lelaki tersebut juga ikut membungkuk memberi hormat.


"Ada apa Andi?" tanya pria tersebut, tidak lain tidak bukan adalah Aamon yang sedang menemani putri kesayangannya Bianca bermain di taman.


"Baik tuan, sesuai janji saya kepada tuan bahwa saya akan memperkenalkan anak saya Aksa yang akan mengikuti saya mengabdi kepada keluarga Baroque. Saya rasa sekarang adalah saat yang tepat untuk membawa Aksa" ucap pria tersebut pelan pelan


"Hallo pria tampan, kau tampak tampan seperti Andi nak. Kau sepantaran dengan putriku Bianca kan?" tanya Aamon.


"Selamat sore tuan Aamon, perkenalkan nama saya Aksa, umur saya 7 tahun dan saya siap mengabdi kepada keluarga Baroque" ucap anak laki laki tersebut seraya membungkukkan badan memberi hormat.


"Baiklah nak, aku terima pengabdianmu, aku harap kau akan selamanya setia pada keluarga kami. Kau akan menjadi pengawal sekaligus asisten pribadi putriku, Bianca" ucap Aamon.


"Biancaa, sini sayanggg ada yang mau kenalan denganmu" Aamon memanggil putrinya yang sedang asik bermain dengan bunga yang ada di tangannya.


"Ada apa dad? Siapa kakak tampan ini dad? " ucap Bianca sambil berlari menghampiri ketiga pria tersebut.


"Jangan lari princess nanti kamu jatuh. Perkenalkan sayangg kakak laki laki ini bernama Aksa, anak dari om Andi, mulai sekarang Aksa akan menemanimu sayang, seperti om Andi menemani daddy." Ucap Aamon sambil mensejajarkan tingginya dengan bianca.


"Benarkah dad? Daddy serius kan? Aaaa Bia seneng banget, betambah banyak teman Bia bukan hanya abang Kevan dan Kevin" ucap Bianca riang sambil memandang Aamon.


"Hallo kakak tampan, perkenalkan namaku Bianca, kakak tampan mau bermain denganku?" ucap Bianca seraya mengulurkan tangannya kepada Aksa.


"Hallo princess, perkenalkan nama saya Aksa. Saya akan setia menemani dan menjaga princess, princess adalah segalanya untuk saya, melebihi nyawa saya." Jawab Aksa sambil menerima uluran tangan Bianca.


Ya, sejak kecil memang Aksa sudah dilatih oleh Andi untuk menjadi pengawal Bianca. Sejak Aksa lahir, Andi berjanji pada Aamon bahwa keturunannya akan ikut mengabdi untuk keluarga Baroque seperti dirinya. Untuk itulah Aksa sudah terlatih dalam berbagai macam beladiri dan menggunakan berbagai senjata diusia nya yang masih menginjak 7 tahun ini.


Flashback off..


"Apakah semua sudah siap Aksa?" tanya Bianca kepada Aksa sambil menutup pintu apartemennya.


"Sudah nona, apakah nona jadi mampir dulu ke mansion tuan Alex?" tanya Aksa. Alex adalah kakek dari Bianca.


"Jadi Aksa, aku harus berpamitan dengan Oma Opa bukan?" ucap Bianca sambil berjalan Bersama aksa yang mengekori dibelakangnya.


"Oiya Aksa, pukul berapa jet nya akan tiba?" tanya Bianca, pasalnya ia akan dijemput dengan jet pribadi milik keluarganya. Padahal Bianca sudah menolak dan ingin menaiki pesawat saja namun Aamon ayahnya memaksa dengan alasan agar Bianca cepat sampai di Indonesia.


"3 jam lagi nona, masih cukup waktunya kalau untuk mampir kerumah tuan Alex dan berpamitan dengan mereka sebelum nona pergi" ucap Aksa


"Baiklah" jawab Bianca sambil memasuki lift menuju parkiran mobil.


Kini Aksa dan Bianca sudah berada di dalam mobil mewah milik Bianca dan menuju ke mansion kakek nya yang jaraknya tidak jauh dari apartemen Bianca.


Mobil mewah tersebut berjalan memasuki area mansion mewah, dengan pintu gerbang yang menjulang tinggi.


"Selamat datang nona" ucap bodyguard seraya memberi hormat kepada mobil yang ditumpangi oleh Aksa dan Bianca, bodyguard yang memakai setelan hitam hitam di depan pintu gerbang mansion tersebut.


Setelah beberapa menit akhirnya mobil tersebut berhenti keluarlah Aksa dari pintu pengemudi dan berlari menuju pintu di sebrangnya untuk membukakan pintu untuk Bianca. Ya, sedari dulu bianca memang tidak mau duduk di kursi penumpang belakang saat diantar dengan Aksa, karna menurut Bianca Aksa bukanlah sopirnya.


Ketika Bianca keluar dari mobil tersebut ia sudah disambut oleh beberapa maid untuk membawakan barang Bianca, disana juga ada kakek dan nenek Bianca. Yaitu Alex baroque dan Valentina Baroque.


"Selamat datang cucu tercantik opa" ucap Alex seraya merentangkan tangan.


"Opa oma, Bia kangen" ucap Bianca berlari menuju pelukan sang kakek, diikuti neneknya yang ikut memeluknya.


"Kamu terlalu sibuk mempersiapkan diri nak, sampai kamu lupa bahwa kamu punya opa dan oma disini hmm?" ucap Alex sambil mencium pucuk kepala Bianca


"Tidaklahh Opa, Bia tidak mungkin melupakan Opa dan Oma. Maafkan Bia yang terlalu sibuk mempersiapkan diri Bia" jawab Bianca mendongak memandang kakek dan neneknya.


"Gapapa sayang, ini juga demi kebaikan kamu. Agar kamu benar benar siap untuk menghadapi Dia nanti" ucap Valentina seraya mengeratkan pelukannya kepada Bianca.


"Sudah sudah, ayo kita makan dulu, sebelum kamu pulang ke Indonesia ya nak" ucap Alex melepaskan pelukan nya terhadap Bianca.


"Ayo opa oma" mereka bertiga kini berjalan masuk menuju ruang makan keluarga Alex.


Sesampainya di meja makan


"Aksa, kemari" panggil alex


"Siap tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap Aksa seraya membungkukkan badannya.


"Mari makan Bersama kami Aksa" ajak Alex kepada Aksa


"Tidak tuan terimakasih, saya makan di dapur saja Bersama maid yang lain" ucap Aksa


"Kau bukan maid Aksa, kau sudah ku anggap seperti cucuku sendiri" ucap Alex menarik tangan aksa untuk duduk di samping kursi Bianca. Ya, Alex memang sudah menganggap Aksa seperti cucunya sendiri, pasalnya Aksa selalu senantiasa setia menjaga cucu perempuan kesayangannya yaitu Bianca. kesetiaan Aksa dan ayahnya lah yang membuat keluarga Baroque menganggap mereka bukan hanya sekedar asisten pribadi.


"Iya Aksa kemarilah, kau belum sarapan. Kau juga pasti Lelah sejak pagi tadi sudah mempersiapkan segala keperluan untuk kepulanganku. " Titah Bianca sambil menoleh kepada aksa


"Baiklah tuan dan nona, terimakasih banyak" ucap Aksa sambil duduk di kursi samping Bianca dan mengambil secentong nasi.


"Biaa sayang, apakah sesampainya di Indonesia nanti kamu akan langsung berfokus untuk mencari Dia" tanya Alex kepada Bianca


"Iya Opa, Bia sudah tidak bisa menunda lebih lama lagi untuk mencari Dia" jawab Bianca.


"Lalu apakah kamu akan tetap menyembunyikan identitasmu nak?" tanya Alex kembali.


"Iya opa, sampai nanti Bia berhasil bertemu dengan Dia, baru Bianca akan membuka identitas bianca. " Ucap Bianca.


"Tapi itu akan sangat berbahaya untukmu sayang" ucap Alex khawatir


"Tenang saja opa, Bianca sudah mempersiapkan semuanya. Opa tau kan siapa cucu opa ini. Lagipula ada Aksa yang pasti siap kapanpun dan dimanapun untuk melindungi Bia, iyakan Aksa" ucap Bianca yakin sembari menoleh kepada Aksa disampingnya.


"Sudah menjadi tugas saya nona, saya akan melindungi nona bahkan dengan nyawa saya sendiri." Ucap Aksa yakin.


"Baiklah Bianca jaga dirimu baik baik, jika kau membutuhkan sesuatu jangan pernah ragu untuk menghubungi Opa. Aksa tolong jaga cucuku dengan baik, melebihi apapun didunia" ucap Alex kepada Aksa


"Siap tuan!" ucap Aksa.


Setelah selesai makan Bersama Bianca dan Aksa berpamitan dengan Alex dan Valentina. Lalu mereka segera berangkat menuju sebuah rooftop di salah satu Gedung milik keluarga Baroque. Karna jet pribadi mereka akan menyembut disana.


Namun sebelum itu Bianca dan Aksa mampir ke sebuah tempat. Bianca berpamitan dengan orang orang yang ada di tempat itu.


"Kamu yakin mau pulang ke Indonesia Queen?" ucap salah seorang lelaki disana.


"Apa kamu bakalan kembali kesini lagi?" tanya seorang lelaki yang lain.


"Tenanglah, tempatku, rumahku adalah kalian. Jadi aku akan pulang." Ucap Bianca tersenyum


"Apa kau tidak ingin membawa kami kesana?" ucap seorang lelaki


"Belum saatnya, tapi nanti kalian akan pindah ke Indonesia bersamaku. Sekarang sambil menunggu waktu itu, kalian lakukanlah misi seperti biasanya. Dan jagalah tempat ini sebaik mungkin. Aku percayakan semuanya pada kalian" ucap Bianca.


"Aksa, kami titipkan Ratu kami padamu. Jaga dia sebaik mungkin, jangan biarkan dia terluka. Jika sampai hal itu terjadi, kami tidak akan segan segan menggunakan kepala mu sebagai mainan Leo" ucap seorang lelaki dengan tatapan tajam


"Keselamatan Ratu kalian lebih berharga dibanding nyawa saya" ucap Aksa tegas.


"Jaga diri baik baik disana, jika kau kesulitan jangan pernah ragu untuk menghubungi kami. Kau adalah Ratu kami, kau adalah semesta kami, kau adalah segalanya untuk kami. Kami tidak ingin kehilangan pemimpin kami untuk kedua kalinya. " Ucap lelaki itu.


"Tenanglah, Raja kalian bersamaku, dan dia senantiasa menjaga ku. Aku yakin dia tidak akan membiarkan kalian kehilangan untuk kedua kalinya." Ucap Bianca


"Apa kau akan membawa Leo?" tanya lelaki itu


"Tidak, aku belum membangun tempat untuk Leo disana. Nanti Leo akan menyusulku Bersama kalian." Ucap Bianca


Setelah itu Bianca memeluk satu persatu orang orang disana. Mereka ada yang memangis. Mereka tidak rela melepaskan Ratu mereka.


Beberapa menit kemudian Bianca sudah sampai di atas rooftop dan masuk kedalam jet pribadinya.


"Goodbye New York, I will miss u" ucap Bianca seraya menatap keluar jendela jet pribadi yang saat ini tengah take off.


"Kamu baik baik aja Bi?" tanya Aksa yang duduk disamping Bianca. Aksa mengubah gaya bicaranya. Begitulah permintaan Bianca, karna Bianca tidak pernah menganggap Aksa sebagai asistennya. Untuk itu Bianca memperbolehkan Aksa memanggil dengan sebutan Nona hanya saat berada di depan keluarga saja.


"Aku baik baik saja Saa, aku hanya sedikit takut untuk menghadapi sesuatu di depan sana. Aku takut aku tidak mampu Sa" ucap Bianca lirih.


"Kamu harus yakin Bi, sebuah usaha tidak akan mengkhianati hasil. Saya yakin, kamu akan berhasil. Bagaimanapun kamu adalah Bianca Alexandria Baroque, gadis terkuat dan seorang gadis pilihan. Perihal keselamatan mu serahkan saja pada saya, saya akan melakukan apapun demi keselamatan mu" titah Aksa sambil menatap perempuan di depannya saat ini.


"Terimakasih Aksa, kau memang yang terbaik" ucap Bianca dengan tersenyum manis.


"Oh iya untuk tempat tinggal, kau ingin tinggal di apartemen, mansion keluarga atau akan membeli rumah. Biar saya siapkan" tanya Aksa.


"Apartemen saja Sa, aku lebih nyaman tinggal di apartemen. Nanti kalau saatnya sudah tiba, kita baru beli rumah yang sekaligus dijadikan sebagai markas. " Ucap Bianca.


"Baiklah akan saya urus" jawab Aksa.