Bayang Di Bawah Pohon Beringin by Baliqueerstory at Inkitt
Customize readability
Aa

Bayang di Bawah Pohon Beringin

All Rights Reserved ©

Summary

Di bawah naungan pohon beringin tua, Samuel, pria matang dengan rahasia terpendam, duduk di bangku kayu, matanya menyimpan cerita yang tak pernah ia bagi. Hidupnya sepi, namun Jogja malam itu berbisik tentang sesuatu yang baru. Lalu, Arga datang—muda, berani, dengan senyum yang seperti percikan api di kegelapan. Satu gelas kopi, satu tatapan, dan udara tiba-tiba terasa panas. Malam membawa mereka ke kafe remang, ke apartemen sederhana, ke ambang sesuatu yang tak terucap. Apa yang tersembunyi di balik canda ringan dan sentuhan sekilas? Di bawah langit penuh bintang, bayang-bayang bergerak—antara hasrat, keberanian, atau sesuatu yang lebih dalam. Masuki dunia mereka, dan temukan apa yang menanti di ujung fajar.

Status
Complete
Chapters
5
Rating
n/a
Age Rating
18+

Chapter 1

Pohon beringin tua di kampus Universitas Gajah Mada menaungi Samuel, 55 tahun, yang duduk di bangku kayu, rambut memutih di pelipis, kulit gelap dari matahari Makassar membekas. Tubuhnya tegap, matanya dalam—lelaki matang dengan gairah tersembunyi. Tiga tahun lalu, dia bercerai, bukan karena tak sayang istrinya, tapi karena hasrat pada laki-laki yang tak bisa lagi dia bohongi demi keluarga dan lingkungan. Kini, di apartemen kecil dekat Sagan, dia hidup sendiri, anak-anaknya kuliah di kota lain. Seminar lingkungan selesai cepat, tapi Samuel tak ingin pulang—sepi itu menggigit.

Seorang pemuda melangkah mendekat, tangannya memegang dua gelas kopi, senyumnya seperti percikan api. Arga, 25 tahun, mahasiswa geografi, ramping tapi penuh energi—jeans ketat membingkai pinggulnya, kaus polos menempel di dadanya. Samuel menoleh, jantungnya tersentak. Senyum Arga bikin matanya menyipit, gerakan lincahnya, lekuk jeans yang menangkap mata Samuel—bukan nafsu mentah, tapi hasrat yang membakar, sesuatu yang dia coba kubur bertahun-tahun.

“Om, boleh duduk di sini?” tanya Arga, suaranya genit ringan. Samuel tersenyum, dadanya panas. “Tentu.” Arga menyodorkan kopi. “Ini buat Om, biar kenalan. Namaku Arga.”

“Samuel,” jawabnya, menjabat tangan Arga, genggamannya kuat bikin darahnya berdesir. “Bukan dosen, cuma alumni. Mampir buat nostalgia.”


Obrolan mereka mengalir cepat, seperti api di kayu kering. Samuel cerita tentang masa kuliahnya, tapi matanya terpaku pada Arga—cara dia ketawa, jari-jarinya memainkan gelas. Arga bilang dia ngerasa kosong meski hidupnya rame. “Jangan panggil Om,” canda Samuel, suaranya dalam. “Panggil Mas aja.”


Arga nyengir, matanya nakal. “Mas Samuel, ya? Mas nggak tua, malah… keren.” Samuel geleng-geleng, dadanya bergetar. Arga punya gairah terbuka, dan itu bikin Samuel ngerasa hidup, meski ketakutan lama mengintai. Saat berpisah, Arga menoleh, suaranya lembut tapi penuh makna. “Kita ngobrol lagi, ya, Mas?” Samuel mengangguk, ada api kecil menyala.

Let Baliqueerstory know what you thought about this chapter!
Love this

0

Love this

Funny

0

Funny

Spicy

0

Spicy

Suspenseful

0

Suspenseful

Emotional

0

Emotional

Profound

0

Profound

Heartwarming

0

Heartwarming

Shocking

0

Shocking

Good Writing

0

Good Writing

Compelling Plot

0

Compelling Plot

Great Character

0

Great Character

Strong Dialog

0

Strong Dialog

Further Recommendations

Bloodlines

Ku_Rolet: The novel was good, and I really enjoyed reading it. I love the leads and their bond, but I have one question that confused me. How could Tristan have been dreaming about his mate since he was a child if Omara was already mated to someone else before him? If Kyle had accepted Omara, would Tristan ne...

Read Now
Silver's Second Chance

Beth Willyoung: This is definitely a great site all the rest make you read and pay this one is the most legitimate site.

Read Now
Ruthless Lord

gdmee04: Great story line well written

Read Now
PARIS IN THE DARK

Sasha: Love this kind of romantic stories, very good one.

Read Now
Fated to My Ex- Best Friend

Kelley: Love the story line! Ryder needs to getvhiavhead out of his ass tho!

Read Now
Between the Whistle and the Quiet (Book #1 in The Reapers & Roses Series)

user-za6B61FpQY: The story is great. I think we could have waited a lottle longer for them to get together,

Read Now
The Easter Bunny

lindaswanepoel75: I started this book and haven't been able to stop reading. I felt for the characters and even cried. Wishing the author all the best for future writing endeavours.

Read Now
Bear Roberts

Jane: I really loved the plot of this story and the characters are brilliantly dynamic. Every chapter made me want to come back.

Read Now
Broken Halos MC

Heather Smith: Really enjoying it so far.

Read Now