Korban
Obsession sasusaku fanfic
Karakter by ©masashi Kishimoto
Author by @beyour
WARNING⚠
-Typo bertebaran.
-Gif/foto bertebaran.
-Dilarang copy cerita.
Selamat menikmati cerita author 💐
"Sakura, bangun nak, sudah pagi" teriak seseorang dari lantai bawah dan membangunkan gadis berambut merah muda panjang, dengan cepat ia menuju kekamar mandi dengan langkah cepat dan memulai ritualnya dipagi hari.
Tring
Notif masuk, dan notif itu adalah pesan dari info-chan dan mulai sekarang aku akan bekerja sama oleh info-chan untuk mengejar ambisiku yaitu mendapatkan nya.
Sakura pov
Aku menatap langit kamar dengan pandangan marah, kesal bercampur aduk karna pesan yang diberikan info-chan bahwa pujaan hatinya menemui gadis lain, bahkan dirinya saja tidak berani berada didekat sasuke dan dengan lancangnya gadis itu bertemu dengan senpaiku!! Tidak akan ku biarkan. "Lihat saja pembalasanku"
Setelah itu ia beranjak dari bath, dan keluar dari kamar mandi tak luma menutupnya kembali dengan posisi terkunci, karna didalam sama banyak sekali alat-alat tajam.
Aku segera memakai baju sekolah dan turun ke bawah, disana terlihat ada ayah, ibu dan kakak laki-lakiku bernama haruno osoro dengan parasnya yang tampan itu. Aku melihat kearah kakakku dengan pandangan sulit diartikan karna aku dan juga kakakku memiliki sifat yang sama yaitu membunuh siapapun yang menghalangi jalannya. Aku tersenyum manis kearah kedua orangtuaku dan segera mengambil duduk tepat disamping osoro.
"Sayang, kamu kenapa? Wajahmu terlihat sedikit suram" tanya sang ibu, namun aku hanya menjawab dengan bilang bahwa ia tidak apa-apa. Sang ibu percaya dan melanjutkan sarapannya. Aku menatap osoro dengan senyum begisnya dan ternyata kakakku sudah mengetahui perbuatanku kepada hikari si anak konglomerat itu.
"Ibu saki berangkat ya" teriakku sambil berlari menuju mobil dan pergi menuju sekolah. Didalam mobil aku menatap jalanan yang ramai dengan pandangan datar seakan senyum yang tadi merekah hilang karna sesuatu yang buruk, ya hari ini adalah waktuku untuk membunuh anak pemilik toko amai dipusat kota nama anak itu adalah ai Nakamura, aku menyusuri jalan yang padat oleh pengguna jalan dan tak terasa aku telah sampai dikedai kue keluarga Nakamura. Dan sangat beruntungnya aku ai yang menjaga toko iti sendirian. Aku akan melakukan hal yang sedikit licik mungkin mengajaknya pergi kesekolah bersama.
Tring
Pintu berbunyi, ai menatap ku dengan pandangan terbinar-binar, aku mendekatinya dan membeli beberapa kue contohnya stroberi cheese cake dan beberapa kue lainnya. Ai mulai membukus pesananku dan tak lupa aku membayarnya dengan black card milik kakaknya, dan aku tersenyum kearah ai dan ya ai merona melihat senyumanku itu.
"Dasar gadis bodoh" maki ku dalam hati melihat tingkah ai yang sangat amat polos itu, dan tentu saja ini akan sangat mudah baginya untuk membunuh ai.
"Kau ai bukan? Anak kelas 2
XII B ya?" tanyaku.
"I-i-iya haruno-san" jawab ai malu-malu. Aku yang melihat itu diam-diam terseyum remeh karna kepolosan ai yang melewati batas maksimum.
"Oh iya ai-chan, mau berangkat bareng gak sama aku?" tanyaku. Lalu ai mengangguk cepat sebagai jawaban mau.
Dan tentu saja aku akan tidak menyia-yiakan kesempatan emas ini, aku dan ai berbicara beberapa hal dan tiba-tiba ada pertanyaan yg berada dipikiranku, dan menanyakan hal itu kepada ai.
"Ai-chan, apa aku suka sama Sasuke-senpai?" tanyaku spontan, dan dilihat dari reaksi ai yang terlihat malu-malu pun mengangguk sebagai jawaban, dan tentu saja aku merasa murka dengan hal itu namun aku tetap menahan rasa kesal, marah dan cemburu yang menjalar kehatiku.
<visual karakter ai dari anime another life>
Kami telah sampai di sekolah aku dan ai keluar bersama, disana semua orang menatap kami dengan tatapan binggung karna aku tidak pernah membiarkan seseorang naik mobilku selain keluargaku dan senpai tentunya, aku mengabaikan hal itu berbeda denga ai dia menutup wajahnya yang merona karna dilihat oleh orang-orang disana. Kami bersama kekelas hingga kami sampai dikelas ai dan tidak lupa ai mengucapkan Terimakasih karna telah mengantarkannya kesekolah.
"Arigatou Haruno-san"
"Dōitashimashite Ai-Chan, dan berhenti memanggilku dengan sebutan haruno-san panggil aku sakura saja" jelasku.
"Haik ha-Sakura-san" tutur ai
"Oh iya nanti kita pulang bersama ya, tunggu aku ditangga" ucapku.
Ai mengangguk dan masuk kekelas, setelah ai masuk aku berjalan menuju kelas dengan anggun menghiraukan tatapan memuja para murid-murid yang berada dilorong kelas, dan berjalan santai kekelasnya dengan wajah santai walau dihatinya tidak sabar untuk menbunuh ai nanti saat pulang sekolah. Waktu tak terasa sudah saatnya jam pulang, dan juga diluar kelihatan gerimis serta awan mendung. Ai menunggu sakura di depan tangga dengan payung di tangannya, 5 menit menunggu tidam ada tanda kemunculan sakura disana. Ai menatap jam tangan ditangan kanannya.
"Kemana sakura-san? Apa ada yang terjadi padanya?" gumam ai, karna sekolah sudah mulai sepi, murid-murid sudah semuanya pulang kerumah masing-masing. Ai tidak menyadari bahwa ada sakura dibelakangnya dan siap mendorongnya jatuh kearah tangga.
Duk
Sakura mendorongnya dengan lumayan kencang sehingga ia terjatuh ditangga, dan dengan tidak sengaja payung ai terbuka sehingga ujung payung yang panjang dan tajam itu menusuk tenggorokan ai dan ai mati ditempat.
Darah bercucuran dimana-mana, sakura membersihkan darah yang berada ditangga turun sekolah tak lupa membawa pel dan ember berisi air yang campurkan oleh luminol.
Buat yang gak tau apa itu luminol, Luminol adalah suatu zat kimia yang menghasilkan kemiluminesensi, dengan cahaya pendar berwarna biru, ketika dicampur dengan suatu agen pengoksidasi yang sesuai. Luminol merupakan suatu padatan kristalin putih-hingga-kuning-pucat yang larut dalam banyak pelarut organik, namun tak larut dalam air.
Jadi intinya luminol itu bisa ngilangin jejak kayak darah gitu loh, terus kalo pake blacklight, noda darah bakal ilang.
Dan juga menurut ilmuan menyemprotkan luminol ke permukaan di TKP untuk mendeteksi noda darah yang tidak terlihat. Di mana pun luminol menyentuh darah, ia bersinar, dan cahayanya cukup terang untuk difoto.
Jadi seperti itu, kepanjangan ya sorry🗿🙏🏻
Setelah beberapa menit mengepel akhirnya ia membereskan alat-alat pel dan segera pergi dari sekolah dengan langkah santai. Sesampainya dimobil ia melajukan mobil menuju rumahnya tentu saja, jalan raya sedikit padat sore ini namun sakura tidak peduli dan saat sampai dilampu merah karna terlalu lama menunggu lampu hijau ia pun menyalakan radio yang berada di mobilnya, dirinya menyalakan lagu berjudul shinunoga E-wa. (Lagu kesukaan author pastinya😃) .
Saat lampu hijau ia pun menjalankan mobilnya menyusuri kota tokyo dengan pemandangan yang cukup indah diserai oleh senja.
Tak lama senyum kembali mengembangkan, senyum lega lebih tepatnya, namun dihatinya sedikit tercubit karna harus membunuh Ai karna semua orang tidak sebaik dan sejujur Ai. Salahkan obsesinya yang membuatnya harus membunuh Ai, tanpa sadar air matanya meneteskan begitu saja dan melihat sebuah kotak yang ditinggalkan oleh Ai di mobilnya saat membuka kotak itu aku kembali menangis denga kencang karna ia telah membunuh orang yang sangat baik dan polos. Tampa babibu ia kembali menuju sekolah dan pergi menuju gudang dilantai dua, terlihat Ai yang masih bertahan dengan gesit ia memapah Ai dan membawanya kerumah sakit dengan kecepatan diatas rata-rata karna takut kehilangan Ai. Ia merutuki dirinya yang mendorong Ai dari tangga dengan air mata yang terus mengalir dan pandangan yang sedikit memburam karna air mata yang mengalir ia kembali menatap keadaan Ai yang sekarat itupun kelabakan dan tak sampai 5 menit ia dan Ai sampai dirumah sakit. Aku berteriak meminta bantuan kepada perawat yang berada disana dan perawat datang dengan bangkar dan menidurkan tubuh Ai dibangkar.
Tangisanku pecah membuat orang disekitar merasa kasihan padanya namun aku tidak peduli dengan hal itu, sekarang yang ia pedulikan adalah keadaan Ai diruang gawat darurat.
"Ai-chan, maafkan aku tolong jangan ktinggalan aku sendiri disini, ini pertama kalinya aku mendapatkan seorang yang sangat tulus kepadaku, kumohon bertahan Ai" ucapku dengan nada gemetar, dan meremas foto mereka saat jam istirahat yang berada didalam kotak tadi.
"Hiks hiks, Ai-chan bertahan"
"Kami-sama tolong selamatkan Ai-chan, jangan ambil dia dariku kami-sama. Aku berjanji tidak akan berbuat jahat lagi padanya dan aku akan menjaganya" doa sakura, dan berharap hal itu akan dikabulkan oleh kami-sama. 30 menit berlalu pintu terbuka menampilkan seorang pria memakai baju putih, ya dia adalah dokter yang menangani Ai-chan denga segera aku bengkit dari duduknya dan mendekati dokter itu dan menanyakan bagaimana kondisi Ai.
"Dokter bagaimana keadaan Ai??" tanyaku, dokter itu tersenyum dan menepuk pundaknya.
"Tenang saja haruno-san, dia tidak apa-apa dan juga luka yang mengenai tenggorokannya sudah diobati, namun dia tidak akan bisa berbicara selama beberapa bulan kedepan" jelas dokter itu.
"Arigatou dokter" dokter itu menganggukan kepalanya dan dengan cepat aku melihat kondisi ai dibangkar.
Ai terlihat sangat buruk, membuatku merasa sangat sedih lagi-lagi airmataku turun tanpa perintahku. Lalu aku memegang tanga Ai-chan dengan hati-hati.
"Maafkan aku Ai-chan, aku berjanji akan menjagamu"
Tbc








